Kupi Beungoh

Kurban Sehat Umat Sejahtera

Proses penyembelihannya masih tradisional, serba darurat, apa adanya dan kerap mengabaikan aspek higienitas, kesehatan lingkungan dan kesejahteraan

Editor: Yeni Hardika
FOR SERAMBINEWS.COM
Azhar Abdullah Panton, Dokter hewan/pemerhati masalah kesehatan masyarakat veteriner. 

Bagi penerima kurban, jika tidak langsung diolah, jangan menyimpan daging dan jeroan lebih dari empat jam pada suhu kamar (25-30 derajat celcius).

Jika diolah dalam waktu yang lama, harus disimpan dalam freezer (dibekukan).

Daging yang disimpan pada suhu dibawah minus 17 derajat celcius dapat bertahan hingga 2-3 bulan.

Perlakuan yang baik dalam menyimpan daging di freezer antara lain:

  • daging dipotong kecil-kecil,
  • menggunakan wadah tertutup berstandar food grade untuk mencegah kontaminasi bahan kimia berbahaya dari plastik, dan
  • tidak mencuci daging sebelum disimpan.

Daging dapat dicuci  beberapa saat sebelum diolah.

Sudah saatnya menerapkan kebiasaan baru yang lebih baik dan sehat.

Seperti beradab dalam berkurban dengan mengedepankan kesejahteraan hewan.

Mulai sejak menaikkan ke atas kendaraan, selama perjalanan, diturunkan, hingga berada di lokasi penampungan sementara.

Begitu juga saat menuntun ke area penyembelihan, merobohkan, dan saat penyembelihan.

Misal, saat merobohkan sapi tidak perlu lagi beramai-ramai, cukup satu atau dua orang saja dengan menggunakan seutas tali.

Teknisnya bisa dipelajari melalui video atau animasi yang bisa dicari dan diunduh di internet.

Berikutnya, mengemas daging secara higienis menggunakan plastik bening sehat (food grade) dan tidak mencampur antara daging, jeroan dan tulang.

Penggunaan kresek hitam dapat membahayakan kesehatan.

Kresek hitam biasanya berbahan polivinil klorida yang potensial menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Selain itu bahan pelenturnya mengandung zat karsinogen yang dapat memicu terjadinya kanker.

Gampong-gampong di Aceh hendaknya membangun Tempat Pemotongan Hewan (TPH) kurban dengan berpedoman pada model yang telah dibuat pemerintah atau berinovasi sesuai dana yang tersedia.

Sistem distribusi juga perlu diubah. Daging diantar langsung ke tempat penerima kurban, bukan lagi mengantri untuk menebus kupon yang telah dibagikan panitia.

Sudah sepantasnya penerima kurban yang sebagiannya merupakan fakir miskin dimuliakan dalam memperoleh haknya.

Selama ini mereka sudah cukup lelah mengantri untuk membeli elpiji dan BBM bersubsidi, mendapatkan pelayanan kesehatan, dan mengakses hak kaum pra sejahtera lainnya. 

Tersedianya daging kurban ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dapat memenuhi sebagian kebutuhan gizi umat, disamping terciptanya kesalehan sosial diantara sesama Muslim.

Selamat berkurban, semoga Aceh semakin sehat dan sejahtera.

 

*) Penulis adalah Dokter hewan/pemerhati masalah kesehatan masyarakat veteriner

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved