Kesehatan

Sehatkah Merebus Telur Sampai Warna Kuning Berubah Jadi Keabuan? Apa Kata Ahli Gizi

Khusus untuk olahan rebus, ada kebiasaan masyarakat yang juga sering ditemukan, yaitu merebus telur hingga warna kuningnya berubah menjadi keabuan.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
TIKTOK/@berkahdidapur
Tangkap layar video yang menyebut telur direbus terlalu lama menyebabkan warna bagian kuning telur berubah menjadi abu-abu sehingga tidak sehat. (TikTok/@berkahdidapur) 

SERAMBINEWS.COM - Telur merupakan salah satu sumber makanan yang sering dipilih untuk dikonsumsi sebagai menu sarapan.

Selain harga yang terjangkau dan mudah diolah, telur juga memiliki segudang manfaat.

Bahan pangan ini mengandung hamper semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk protein.

Oleh sebab itu, tak heran jika telur sering di konsumsi oleh banyak orang, terutama bagi yang sedang menjalankan program diet.

Ada banyak cara orang dalam mengonsumsi telur, mulai dari cara digoreng, direbus atau diolah bersama dengan bahan makanan lainnya.

Khusus untuk olahan rebus, ada kebiasaan masyarakat yang juga sering ditemukan, yaitu merebus telur hingga warna kuningnya berubah menjadi keabuan.

Perubahan warna pada bagian luar kuning telur ini diakibatkan karena terlalu lama merebus telur.

Sebagian orang ada yang menganggap, telur yang direbus terlalu lama hingga mengakibatkan warna kuningnya berubah menjadi keabuan tidak lagi sehat untuk dikonsumsi.

Baca juga: Berikut 4 Khasiat Bagi Kesehatan Tubuh jika Makan Telur Rebus Sebelum Tidur

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah unggahan video di media sosial yang sedang ramai diperbincangkan belakangan ini.

Dalam video tersebut, penggunggah mengatakan telur yang direbus terlalu lama menyebabkan bagian kuning telur berubah warna menjadi abu-abu.

Telur seperti itu dikatakan tidak sehat ketika dimakan.

"Kenapa ya banyak penjual makanan kalo ngerebus telur tuh sampe berubah warna gini, udah ngga sehat lagi. pdhl dimasak 10 menit aja udh mateng," tulis pengunggah melalui akun TikTok @berkahdidapur, Minggu (19/5/2024)

Lantas benarkah jika telur rebus yang warna kuningnya sudah berubah menjadi keabuan tidak lagi sehat untuk dikonsumsi?

Penjelasan ahli gizi

Melansir Kompas.com, Selasa (21/5/2024), Ahli Gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo membantah kuning telur rebus yang berubah warna menjadi keabuan pada bagian luarnya disebut tidak sehat saat dimakan.

Menurut Toto, kuning telur yang tampak keabu-abuan tersebut masih baik untuk dikonsumsi.

Ilustrasi telur rebus
Ilustrasi telur rebus

Toto menjelaskan, telur yang direbus sampai matang dalam keadaan bagian putih telur masih berwarna putih dan kuning telurnya tetap berwarna kuning sehat untuk dikonsumsi.

Kandungan protein dalam telur rebus akan stabil dan mudah dicerna asalkan telur tidak berubah warna menjadi kecoklatan, rusak, dan gosong saat dimasak.

Baca juga: Peluang Hamil Tinggi, Puasa Bikin Sperma dan Sel Telur Makin Bagus, Seksolog: Asalkan Puasanya Benar

Sebutir telur umumnya perlu direbus selama sepuluh menit hingga matang dan dapat dikonsumsi.

Lebih dari itu, telur menjadi terlalu matang.

"Kalau direbus atau dikukus terus-terusan akan rusak (zat gizinya)," kata Toto, Senin (20/5/2024).

Toto menekankan zat gizi telur akan rusak ketika telur itu direbus dalam waktu lama sampai warna kuning dan putihnya berubah kecoklatan.

Namun, kuning telur yang masih berwarna kuning walaupun bagian luarnya berwarna keabu-abuan masih sehat untuk dimakan.

Kondisi telur yang kurang bergizi

Lebih lanjut, Toto menjelaskan tanda-tanda telur rebus yang kurang bergizi bagi tubuh saat dikonsumsi.

"Telur yang ada di gudeg sampai (bagian) putih dan kuningnya berwarna coklat sekali itu mengalami brownisasi. Sesungguhnya masih ada proteinnya tapi berkurang banyak. Protein rusak akibat telur terlalu matang," tutur dia.

telur pindang
Telur Pindang

Toto menegaskan, telur yang berwarna coklat tidak berbahaya bagi kesehatan.

Hanya saja, kandungan gizinya berkurang dan bahkan sebagian rusak akibat terpapar suhu panas dalam waktu lama ketika dimasak.

Kandungan gizi yang ada pada telur antara lain protein, vitamin A, D, E, dan B, lemak, serta mineral berupa fosfor dan zinc.

Nutrisi pada telur tersebut bermanfaat bagi tubuh antara lain untuk membentuk tulang, memperbaiki organ tubuh, mengontrol berat badan, dan menjaga kesehatan mata.

Baca juga: Waspadai Kolestrol, Ini Batas Aman Makan Telur untuk Menjaga Kesehatan

"Tapi kalau udah macam telur gudeg warna coklat, kami harap jangan terlalu sering dimakan," tegas Toto.

Dia juga menyarankan, masyarakat terutama anak-anak sebaiknya memperbanyak makan telur rebus atau dadar yang kondisinya masih segar dan tidak terlalu matang.

(Serambinews.com/Yeni Hardika/Kompas.com)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved