Kupi Beungoh
Dilema Berburu SK di Pilkada
Seorang politisi sejati tentu tidak akan berhenti dan akan mencari alternatif perahu politik lain.
Bayangkan bila semua calon kepada daerah--lengkap dengan tim intinya-- dalam beberapa minggu terakhir bergerak ke kantor pusat partai politik di Jakarta.
Mereka berada di sana selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
Berapa perputaran rupiah yang terjadi di Jakarta untuk semua komponen pembiayaan di atas?
Teten Masduki dalam catatan “Electoral Corruption” pernah mengingatkan adanya empat terminal rawan yang bisa menghalangi pilkada langsung untuk melahirkan pemimpin yang legitimate, salah satunya adalah terminal transaksi pengusungan kandidat atau candidacy buying.
Dalam kondisi yang sudah sangat pragmatic hampir semua partai politik memilih calon usungan dengan mempertimbangkan hasil survey public dan aspek elektabilitasnya.
Namun yang tidak kalah strategisnya mereka juga memperhatikan aspek kontribusi finansial oleh kandidat untuk setiap kursi pendukungan dan benefit-benefit langsung lainnya yang menjadi hak partai pengusung.
Sayangnya kerja-kerja yang terukur itu tidak memberikan jaminan yang absolut.
Adalah fakta bahwa tidak semua kerja-kerja politik akan membuahkan hasil seperti yang dikehendaki.
Tidak mungkin SK nominasi diberikan kepada semua kontestan.
Hanya ada satu orang yang akan dipilih oleh otoritas partai politik, dan sialnya keputusan itupun tidak selamanya berlandaskan pada kalkulasi-kalkulasi yang objektif.
Catatan itu sepertinya mengaminkan satu penggalan lirik yang dilantunkan oleh Adele “sometime it last in love sometime it hurts instead” seringkali hubungan yang dibangun dan telah melewati serangkaian proses itu berakhir bahagia, tetapi seringkali juga akhir kisahnya akan meninggalkan rasa kecewa dan sakit hati.
Merawat Harapan
Inilah balada berburu SK menuju Kontestasi Pilkada.
The art of whole possibilities, seni untuk segala kemungkinan.
Lalu apa yang tersisa bagi mereka yang tidak mendapatkan pinangan?
Seorang politisi sejati tentu tidak akan berhenti dan akan mencari alternatif perahu politik lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Fajran-Zain-Direktur-Kajian-Elektoral.jpg)