Kupi Beungoh

Tiga Alasan Aceh Butuh Satu Desa Satu Hafizh

KEHADIRAN satu penghafal Al-Qur'an (Hafizh) di setiap desa bukan hanya sebuah gagasan ideal, tetapi juga kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Dr. Teuku Zulkhairi 

Membaca Al-Qur'an: Langkah Awal untuk Menjadikannya Pedoman Hidup

Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar adalah langkah awal untuk menjadi lebih akrab dengan Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan. 

Ketika seseorang memiliki keterampilan tajwid yang baik, ia tidak hanya akan mampu melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan sempurna, tetapi juga lebih mudah memahami kandungan maknanya.

Al-Qur'an adalah sumber petunjuk bagi kehidupan umat Islam, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus..." (QS. Al-Isra': 9). 

Dengan kemampuan membaca yang benar, seseorang akan lebih dekat kepada Al-Qur'an dan menjadikannya sebagai panduan dalam mengambil keputusan, baik dalam urusan pribadi, sosial, maupun pemerintahan.

Satu Desa, Satu Hafizh: Sebuah Solusi Meningkatkan Kualitas Baca Al-Qur'an di Aceh

Oleh karena itu, saya menyarankan agar siapapun yang terpilih menjadi pemimpin Aceh, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, harus menghadirkan satu Hafizh di setiap desa. 

Hafizh ini tidak hanya akan menjadi panutan dalam hal bacaan Al-Qur'an, tetapi juga sebagai pusat belajar Al-Qur'an bagi seluruh lapisan masyarakat di desa tersebut.

Dengan adanya satu Hafizh di setiap desa, diharapkan kualitas bacaan Al-Qur'an masyarakat Aceh akan meningkat secara signifikan. 

Hafizh ini akan menjadi guru yang membimbing para imam, guru agama, serta masyarakat umum dalam memperbaiki tajwid dan makhraj bacaan mereka. 

Selain itu, kehadiran Hafizh juga akan memberikan suasana shalat jama'ah yang lebih khusyu' dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an.

Untuk mereka yang akan diikutsertakan dalam program Tahfiz ini nantinya, bisa diambil dari santri-santri dayah dengan mempertimbangkan asal desa sehingga diharapkan bisa lahir satu desa satu Hafizh. Atau dari balai pengajian-pengajian yang ada di Aceh. Atau juga dari para remaja masjid. 

Sebagai penutup, mari kita berdoa agar gagasan ini dapat terwujud, sehingga Aceh menjadi daerah yang lebih akrab dengan Al-Qur'an, baik dalam hal bacaan maupun pengamalan.

Kita berharap punya banyak Hafizah di Aceh yang akan menuntun shalat berjama'ah kita di masjid menjadi lebih khusyu' dengan bacaannya yang benar sesuai ilmu tajwid.

Kita berharap tidak ada lagi guru-guru agama yang tidak lancar membaca Al-Qur'an, tidak bisa membaca Al-Qur'an sesuai ilmu tajwid. 

Dan tentu, harapan terbesar kita ke depan agar jangan ada lagi pemimpin atau calon pemimpin di Aceh yang tidak lancar membaca Al-Qur'an.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved