Konflik Palestina vs Israel

Hashem Safieddine, Calon Pengganti Pemimpin Hizbullah Dilaporkan Hilang Kontak, Syahid Dibom Israel?

Hashem Safieddine diperkirakan menjadi calon pemimpin Hizbullah menggantikan Hassan Nasrallah yang terbunuh 27 September 2024 lalu.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap layar X
Hashem Safieddine. Hashem Safieddine dikabarkan telah menjadi sasaran serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut. 

Meski begitu, sebagian orang menganggap Safieddine tidak memiliki kharisma sebesar Hassan Nasrallah.

 Dia juga dinilai akan mewarisi organisasi yang dibayang-bayangi pemimpin terdahulunya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 2.000 orang meninggal selama serangan Israel di negara itu. Kejadian tersebut juga memaksa 1,2 juta orang meninggalkan rumah mereka.

 

Baca juga: Pakai IED, Hizbullah Sukses Besar Gagalkan Serangan Darat Israel, IDF Dipukul Mundur dari Lebanon

Israel Targetkan Hashem Safieddine Calon Pengganti Pemimpin Hizbullah

Israel dilaporkan menargetkan calon pengganti Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, Hashem Safieddine, dalam serangan udara besar-besaran di pinggiran selatan Beirut, Kamis (3/10/2024).

Serangan besar-besaran Israel dilancarkan kurang dari seminggu setelah pemimpin kelompok yang didukung Iran itu tewas.

Situs berita Axios dan The New York Times mengidentifikasi Hashem Safieddine sebagai target serangan.

Menurut tiga pejabat Israel, Hashem Safieddine sedang menghadiri pertemuan dengan para pemimpin senior Hizbullah lainnya di sebuah bunker bawah tanah.

Namun, tidak jelas apakah Hashem Safieddine terluka dalam serangan itu.

Tidak ada pula reaksi langsung dari Hizbullah.

Dilansir The Times of Israel, Hashem Safieddine menjadi sasaran serangan udara di pinggiran selatan Beirut, setelah Israel memerintahkan orang-orang untuk meninggalkan rumah mereka di beberapa bagian distrik tersebut.

“Israel menyerang pinggiran selatan sebanyak 11 kali berturut-turut,” kata seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah yang tidak mau disebutkan namanya.

Koresponden AFP di ibu kota dan sekitarnya mendengar suara ledakan keras yang membuat alarm mobil berbunyi dan gedung-gedung berguncang.

Sekitar satu jam kemudian, wartawan AFP mendengar beberapa ledakan datang dari arah pinggiran selatan, setelah IDF memerintahkan penduduk lingkungan Hadath untuk mengungsi.

 

Baca juga: Ini Sederet Manfaat Buah Apel untuk Kesehatan

Baca juga: 6 Perwira Korea Utara Dilaporkan Tewas di Dekat Wilayah Donetsk Ukraina, Tiga Lainnya Terluka

Baca juga: Mahasiswi Prodi Komunikasi Unimal Lolos Seleksi Program Pendidikan Internasional Malaysia-Singapura

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved