Kupi Beungoh
Menakar Fenomena Perceraian di Aceh
Sejatinya perceraian bukanlah pilihan yang diinginkan oleh setiap insan yang akan membangun kehidupan bahtera rumah tangga.
Kematangan mental berperan penting dalam meredakan ego masing-masing. Ego yang tinggi juga sangat berperan dalam terjadinya perselisihan dalam rumah tangga.
Baca juga: Kepala BKKBN Hadiri Harganas 2024: Hati-Hati Toxic Relationship Penyebab Perceraian
Perselisihan yang terus menurus dapat berujung KDRT yang menjadi permasalahan rumah tangga paling serius karena bisa membuat trauma korban KDRT itu sendiri.
Bahkan turut berdampak pada anak yang melihat kekerasan dan pertikaian kedua orang tuanya.
Selain karena kurangnya kesiapan mental antara kedua pasangan, faktor perselisihan terus menerus juga bisa disebabkan oleh kurangnya nafkah yang diberikan oleh suami, baik lahir maupun batin.
Nafkah yang cukup dianggap akan mampu dalam meredakan perselisihan dalam rumah tangga.
Memberikan nafkah adalah kewajiban suami dan hak bagi istri dan anak.
Dalam menunjang perekonomian keluarga dan nafkah lahir, suami istri bisa bekerjasama demi keutuhan keluarga, wanita karir yang semakin meningkat di zaman sekarang dapat membantu suaminya dalam menunjang ekomomi keluarga supaya lebih matang.
Baca juga: Fenomena Perceraian dan Penyebabnya
Selain suami, istri dan anak juga terdapat kewajiban mereka terhadap suami atau ayah.
Dengan memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak masing-masing, maka perselisihan tersebut lebih mudah dalam meredakannya.
Dengan mampu memahami antar sesama dan memenuhi hak dan kewajiban masing-masing, maka harapan menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah akan terwujud.
Tidak selamanya perceraian itu buruk, hubungan yang tidak sehat seperti terus menerus berselisih pendapat antar suami-isteri, bahkan setelah berkali-kali dimediasi merupakan salah satu hubungan yang tidak sehat.
Rumah tangga yang tidak sehat lebih baik tidak dipertahankan daripada terjadi hal yang tidak diinginkan secara berkelanjutan.
Namun perlu dicatat bahwa jika pun harus berpisah maka perpisahannya harus dengan pertimbangan yang matang.
Baca juga: Wah, Perceraian Ria Ricis dengan Teuku Ryan Dapat Penghargaan Kehidupan Tersilet, Ini Alasannya
Spirit utama pernikahan yang telah menjadi tujuan sebelum membangun rumah tangga adalah membangun keberlanjutan kehidupan umat manusia yang mumpuni dalam melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi.
Maka untuk menghindari perselisihan dan perpisahan harus terlebih dahulu mempersiapkan diri secara mapan supaya mampu dalam memenuhi hak dan kewajiban dalam berumah tangga.
| Interprofessional Education Bukan Hanya Belajar Bersama, tetapi Tentang Bertahan Bersama |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 16, Kebebasan Berlayar di Selat Hormuz sebagai Jalan Perdamaian |
|
|---|
| Internsip Dokter dan Krisis Otonomi Akademik |
|
|---|
| Kritisi Pergub JKA, Dua Aksi Beda Cara |
|
|---|
| Menjaga Api yang Terus Menyala: Kiat Keberlanjutan Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Naimul-Faza-soal-perceraian.jpg)