Konflik Palestina dan Israel

Warga Palestina: kerusakan Gaza Utara Sangat Luas, Beberapa wilayah Tidak Bisa Dihuni Lagi

"Kerusakan sebelum 5 Oktober 2023 sudah sangat besar, tetapi apa yang terjadi dalam sebulan terakhir tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AFP
Pasukan Israel telah menyebabkan kerusakan yang sangat luas di distrik-distrik palestina selama serangan ofensif yang sudah berlangsung. 

 HRW juga menuduh Israel telah melakukan pembersihan etnis dengan meratakan seluruh kawasan tertentu.

Meskipun Israel membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pemindahan penduduk dilakukan untuk melindungi warga sipil dari pertempuran, banyak warga Palestina, seperti Abdel-Hadi dari Beit Lahiya yang kini mengungsi di Gaza City, meragukan klaim tersebut.

 "Mereka telah membakar sekolah dan tempat perlindungan sebelum memerintahkan orang-orang untuk pindah ke selatan. Apa yang Anda sebut itu kalau bukan pembersihan etnis?" katanya.

Layanan Darurat Sipil Palestina memperkirakan bahwa sekitar 10.000 mayat mungkin terjebak di bawah reruntuhan, yang akan menambah jumlah korban tewas yang diperkirakan lebih dari 50.000 orang.

 Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa 43.736 orang telah dipastikan tewas sejak 7 Oktober 2023, hari yang sama dengan serangan Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang Israel dan mengambil sekitar 250 sandera, menurut catatan Israel.

Israel juga melaporkan bahwa bantuan dari UAE telah berhasil masuk ke Gaza utara, namun banyak pihak, termasuk warga Palestina, menganggap pernyataan Israel mengenai bantuan ini menyesatkan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved