Jelang Pilkada Aceh
Ricuh, Debat Pilgub Dihentikan
Sehubungan dengan batas durasi yang sudah habis, sehingga debat publik ketiga ini dinyatakan berakhir, dan tidak ada debat publik lagi.
Abu Razak, salah satu timses pendukung pasangan calon Gubernur Aceh nomor urut 02 Mualem-Dek Fadh menyampaikan bahwa terjadinya insiden kericuhan saat debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tersebut dikarenakan adanya temuan dugaan alat yang terpasang di telinga Om Bus saat jalannya debat berlangsung. Ia meminta kepada penyelenggara baik dari KIP Aceh ataupun Panwaslih Aceh untuk bertanggung jawab terkait kejadian tersebut.
Sementara itu, Abu Razak juga mengatakan upaya dan langkah yang harus dilakukan adalah pihak paslon 01 harus meminta maaf terkait kejadian insiden tersebut.
"Bagi kami yang pertama 01 harus minta maaf dulu ke khalayak ramai, baru kita lanjut. Kalau itu tidak jelas kan nanti siapa yang salah hari ini," ujarnya. Ia menambahkan untuk saat ini mereka sudah menyampaikan temuan tersebut ke KIP Aceh dan Panwaslih Aceh untuk dilakukan koordinasi.
"Ini kita serahkan kepada pelaksana KIP Aceh dan Panwaslih Aceh yang sedang berkoordinasi terkait kejadian tersebut," tambahnya.
Meskipun insiden kejadian tersebut membuat debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh ditunda, ia mewakili timses paslon 02 berharap debat calon gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tetap dilanjutkan tanpa adanya alat-alat apa pun yang dapat menggangu jalannya debat. "Ya bagi kami lanjut, sesuai dengan prosedur. Tapi jangan ada embel-embel itu (alat bantu)," pungkasnya.(i)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-Independen-Pemilihan-KIP-Aceh-Agusni-AH.jpg)