Kupi Beungoh
Kisah Nja’ Ali, Jago Bedah Lintas Zaman
emaja Gampong Peulanggahan, Banda Aceh ini diterima sebagai Helper Burger Zieken Venpleger Bijzender Bembte (asisten perawat pasien umum) yang bekerja
Kondisi ini berlangsung hingga Jepang kalah dan menyerah kepada tentara sekutu.
Zaman kemerdekaan, manajemen RS tidak jauh berbeda.
Sampai tahun 1950, RS yang sudah berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Kutaraja ini masih dipimpin oleh Majoedin yang sekaligus diangkat sebagai Kepala Jawatan Kesehatan Daerah Aceh.
Baca juga: dr Fahrizal Sp. THT - BKL Jadi Ketua IDI Cabang Lhokseumawe
Selanjutnya ia dipindahkan ke Bandung dan digantikan oleh I Made Bagiastra dan dibantu R Midi.
Sejak saat itu Ali berganti pasangan dalam ruang bedah.
Ayah dari tujuh putra dan empat putri ini berkolaborasi dengan R Midi dalam menjalankan tugasnya.
Pada tahun 1952, Ali sebenarnya telah memasuki usia pensiun.
Namun karena saat itu belum ada dokter ahli bedah, I Made Bagiastra selaku kepala RSU Kutaraja tetap mempertahankannya.
Hal yang sama juga terjadi ketika Ali pensiun terhitung 1 Desember 1959 dalam usia 62 tahun 4 bulan.
R Midi yang saat itu sudah menjadi kepala RSU Kutaraja, meminta Ali untuk tetap mengabdi sebagai asisten dokter bedah.
Ali selalu dipercaya sebagai asisten dokter bedah sampai ia mengundurkan diri tahun 1981.
Dokter-dokter bedah yang pernah didampinginya antara lain: tiga dokter pemerintah di RSU Kutaraja berkebangsaan Amerika Serikat, yaitu M Meiselbah (1954-1957), R Mlasowsky (1957-1961), dan Bela Szoke (1961-1962).
Kemudian Ibnoe Ibrahim (1967-1973), M Nazif Arsyad (1973-1977), Ridwan Ibrahim (1978), dan Hafas Hanafiah (1979).
Ali juga menjadi asisten dua dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, TMA Chalik (1970-1975) dan Aboebakar Oemar (1975-1981).
Secara administratif, otoritas Ali hanya sebagai asisten dokter bedah, namun dalam aktivitas medis pria yang kesehariannya selalu berpakaian serba putih ini bekerja lebih dari sekadar asisten.
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
| Asap Rokok di Momen Lebaran: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Ginjal Keluarga |
|
|---|
| Triliunan Harta di Bawah Tanah Aceh jatuh ke Jaringan Kejahatan |
|
|---|
| Rumput, Angin dan Cerita dari Savana Indrapuri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kisah-Nja-Ali-Jago-Bedah-Lintas-Zaman.jpg)