Kupi Beungoh
Kisah Nja’ Ali, Jago Bedah Lintas Zaman
emaja Gampong Peulanggahan, Banda Aceh ini diterima sebagai Helper Burger Zieken Venpleger Bijzender Bembte (asisten perawat pasien umum) yang bekerja
Sejak saat itu, suami Tjut Meurah Siti ini sudah memiliki otoritas untuk menangani pasien militer.
Sejak RSMHB didirikan hingga 1935, semua dokternya berkebangsaan Belanda.
Baru tahun 1936 diisi dengan seorang dokter umum dari kalangan pribumi.
Ia adalah Mohammad Majoedin yang tiba di Aceh 13 Maret 1936.
Baca juga: Saat Muscab IDI, Ini Harapan Pemko Lhokseumawe untuk Para Dokter
Sekitar tiga tahun kemudian dikirim lagi tiga orang dokter pribumi. Mereka adalah I Made Bagiastra, Soedono, dan Lie Sek Hong.
Setahun setelahnya dikirim dokter Ratumbuisang.
Status Ali sebagai perawat yang ahli bedah di RSMHB berakhir 12 Maret 1942, setelah tentara Jepang berhasil menguasai Kutaraja (Banda Aceh).
Saat itu seluruh dokter dan perawat berkebangsaan Belanda ditawan oleh tentara Jepang.
RS pun dijadikan markas mereka sehingga layanan kesehatan terhenti sama sekali.
Beberapa hari kemudian, dibuka poliklinik untuk umum di bekas rumah Pastur yang terletak di belakang komplek Gereja Pante Pirak (Gereja Katolik Hati Kudus).
Sebagai Kepala Poliklinik ditunjuk Majoedin yang dibantu oleh beberapa orang lainnya, yaitu: Ratumbuisang, Yoesoef (apoteker), Tjut Mahmoed dan R Sitompul (laboratorium) dan Ali sebagai penanggung jawab bagian perawatan.
Poliklinik ini hanya berjalan sekitar tiga bulan.
Setelah itu, pada 25 Juni 1942 bagian kesehatan Gunseibu (urusan kolonial) memerintahkan agar pasien dan aktivitas pelayanan kesehatan dipindahkan kembali ke bekas RSMHB.
Saat itu RS hanya memiliki seorang dokter dan beberapa perawat.
Bersama Majoedin, yang juga ditunjuk sebagai kepala RS, Ali menjadi tulang punggung dalam menangani kasus-kasus yang membutuhkan pembedahan.
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
| Asap Rokok di Momen Lebaran: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Ginjal Keluarga |
|
|---|
| Triliunan Harta di Bawah Tanah Aceh jatuh ke Jaringan Kejahatan |
|
|---|
| Rumput, Angin dan Cerita dari Savana Indrapuri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kisah-Nja-Ali-Jago-Bedah-Lintas-Zaman.jpg)