Kamis, 14 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Potensi Karbon Aceh: Peluang atau Ilusi?

Salah satu gagasan yang berkembang adalah proyek karbon, yang diklaim sebagai solusi meningkatkan pendapatan daerah.

Tayang:
Editor: Yocerizal
IST/SERAMBINEWS.COM
Firman Hadi, Pegiat dan Peminat Isu Lingkungan dan Sumber Daya Alam di Aceh. 

Negara-negara maju mencari cara untuk mengurangi jejak karbon mereka dengan membeli kredit karbon dari negara berkembang yang memiliki hutan luas. 

Aceh, dengan ekosistem hutannya yang masih relatif terjaga, dianggap memiliki potensi besar dalam skema ini.

Namun, pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa proyek karbon sering kali menghadapi tantangan dalam pengukuran dan verifikasi. 

Teknologi yang digunakan untuk menghitung stok karbon harus akurat dan transparan. Jika tidak, proyek ini bisa menjadi sekadar alat bagi perusahaan besar untuk mendapatkan kredit karbon tanpa benar-benar mengurangi emisi.

Beberapa pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa proyek karbon sering kali menghadapi tantangan dalam pengukuran dan verifikasi.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Mengukur, Mengurangi, dan Memverifikasi (MRV), yang bertujuan meningkatkan integritas aksi iklim dengan memastikan bahwa pengurangan emisi benar-benar terjadi.

Baca juga: Krisis Moral Bermedsos 

Baca juga: Mencegah dan Mengatasi Praktik ‘Bullying’ di Kalangan Siswa

Contoh Kasus

Untuk memahami lebih dalam risiko proyek karbon di Aceh, kita dapat melihat beberapa contoh dari negara lain yang telah mengalami tantangan serupa. 

Contoh kasus proyek karbon yang menghadapi tantangan dalam pengukuran dan verifikasi dari berbagai negara, seperti: Penipuan Telemarketing Kredit Karbon di Australia (2009–2010). 

Sebuah perusahaan investasi di Australia menjalankan strategi telemarketing agresif untuk memasarkan kredit karbon. 

Mereka menjanjikan keuntungan besar kepada investor, tetapi ternyata kredit karbon yang dijual tidak sah atau tidak ada (sumber: https://ipehijau.org/kejahatan-perdagangan-karbon-contoh-kasus-konteks-indonesia-dan-upaya-pencegahan/)

Manipulasi Pengukuran Emisi di Uni Eropa. Beberapa perusahaan di Uni Eropa diketahui memalsukan data pengukuran emisi untuk mengklaim lebih banyak kredit karbon daripada yang sebenarnya dicapai oleh proyek pengurangan emisi.

Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam pasar karbon dan merugikan upaya mitigasi perubahan iklim. (sumber: https://www.lawjustice.co/artikel/168280/berbagai-modus-dan-contoh-kasus-kejahatan-perdagangan-karbon-/)

Kasus Penjualan Kredit Karbon Fiktif di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, terdapat kasus dimana kredit karbon yang dijual ternyata sudah digunakan atau tidak sah. 

Penipuan ini melibatkan manipulasi dokumen dan transaksi illegal yang merugikan investor serta mengurangi efektivitas perdagangan karbon. (sumber: https://www.law-justice.co/artikel/168280/berbagai-modus-dancontoh-kasus-kejahatan-perdagangan-karbon-/)

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved