Rabu, 13 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Potensi Karbon Aceh: Peluang atau Ilusi?

Salah satu gagasan yang berkembang adalah proyek karbon, yang diklaim sebagai solusi meningkatkan pendapatan daerah.

Tayang:
Editor: Yocerizal
IST/SERAMBINEWS.COM
Firman Hadi, Pegiat dan Peminat Isu Lingkungan dan Sumber Daya Alam di Aceh. 

Oleh: Firman Hadi, ST.P,. M.ling *)

ACEH dengan ekosistem hutan tropis yang luas, berada dalam dilema antara konservasi dan eksploitasi.

Hutan Aceh berperan penting dalam menjaga ekosistem, habitat satwa liar, dan mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon.

Namun, tekanan ekonomi dan politik mendorong pemerintah dan korporasi mencari cara agar sumber daya ini menghasilkan keuntungan. 

Salah satu gagasan yang berkembang adalah proyek karbon, yang diklaim sebagai solusi meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menjaga kelestarian hutan.

Namun, muncul pertanyaan serius tentang transparansi, efektivitas, dan dampak sosial proyek ini.

Meskipun proyek karbon dianggap inovatif, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa banyak proyek serupa berakhir dengan eksploitasi tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.

Tanpa regulasi kuat dan pengawasan transparan, proyek ini bisa menjadi alat bagi elite ekonomi untuk mengeruk keuntungan atas nama keberlanjutan. 

Jika tidak dikaji dengan kritis, proyek karbon berisiko menjadi ilusi yang hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat adat dan komunitas lokal lainnya hanya menjadi penonton.

Dalam konteks diskusi ini, PT Pembangunan Aceh (PEMA) mengusulkan proyek karbon sebagai solusi bagi tantangan ekonomi dan lingkungan. 

Proyek ini menjanjikan pemanfaatan hutan yang tetap lestari sekaligus sumber pendapatan bagi Aceh. Namun, di balik optimisme ini muncul keraguan tentang transparansi dan efektivitas implementasinya.

Baca juga: Sedekah Haram APBA

Baca juga: Ombudsman Turunkan Tim Reaksi Cepat Tindaklanjuti Laporan Petani Cabai Gampong Rukoh

Janji ekonomi Hijau

PEMA berencana mengelola 100.000 hektare hutan sebagai sumber karbon global, dengan pendekatan berbasis Nature-Based Solutions (NBS).

Konsep ini terdengar menjanjikan: hutan tetap lestari, karbon diserap, dan Aceh mendapatkan keuntungan ekonomi. Namun, pertanyaan mendasar muncul, seberapa transparan proyek ini?

Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan karbon telah menjadi tren global dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved