Opini
Seks Berisiko, IMS Mengintai
Herpes genital kerap diabaikan meski bersifat menahun dan mudah kambuh, dan HPV menjadi perhatian utama karena kaitannya dengan kanker serviks.
Tentu saja, tanggung jawab dalam mencegah dan menangani IMS tidak hanya berada di tangan individu semata. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang tak kalah penting. Pemerintah harus menyusun dan menjalankan kebijakan yang mendukung edukasi serta akses terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi. Program-program penyuluhan di sekolah, kampanye media, serta penyediaan layanan konsultasi yang ramah anak dan remaja harus menjadi prioritas.
Sementara itu, masyarakat juga harus ikut terlibat. Keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak perlu membangun komunikasi yang terbuka dan sehat seputar topik seksualitas. Tokoh agama dan tokoh masyarakat perlu dilibatkan dalam edukasi, agar pesan kesehatan tidak bertabrakan dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Media massa, termasuk media sosial, bisa menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan informasi dan membentuk opini publik yang lebih positif terhadap pentingnya kesehatan seksual.
Benang merah antara perilaku seksual berisiko dan infeksi menular seksual bukanlah sekadar isu medis, tetapi persoalan multidimensi yang melibatkan aspek pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, dan kebijakan publik. Edukasi, pencegahan, dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam memutus mata rantai penularan IMS.
Ketika satu individu terlindungi, maka satu komunitas pun menjadi lebih kuat dan sehat. Kini saatnya kita membuka mata, membuka hati, dan mulai berbicara tentang seksualitas secara sehat, ilmiah, dan bertanggung jawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-Zulfan-Sp-DVE.jpg)