Kupi Beungoh
INDONESIA, RUDAL, DONO WARKOP DAN RASA LAPAR
Kita sekarang punya presiden yang juga mantan Menteri Pertahanan. Seorang jenderal, yang akrab dengan peta perang daripada brosur gizi anak sekolah.
"Pak Presiden, program telur rebusnya ditunda dulu. Mari kita beli radar dulu, rudal dulu, drone dulu. Anak kami nanti boleh makan singkong, asal jangan dikuasai Tiongkok, disadap Amerika, atau dijajah oleh sinyal asing.”
Ini bukan pengabaian pada gizi. Tapi soal prioritas. Karena bila negara jebol, tak ada gunanya semua menu sehat itu. Semua akan hanyut bersama peluru yang tak kita punya untuk membalas.
Laboratorium yang Lelah Tapi Setia
Di pojok-pojok negeri, ada secercah harapan yang kerap kita abaikan. PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, BRIN, semuanya menyimpan potensi, meski kadang lebih sering viral karena telat bayar gaji daripada sukses uji roket.
Tapi jangan salah. Di sanalah sebenarnya fondasi pertahanan Indonesia sedang dibangun. Pelan. Diam. Seperti menanam cabai di tengah musim banjir. Tak mudah, tapi siapa tahu bisa pedas di saat genting.
Kita punya ilmuwan, teknokrat, dan anak-anak muda jenius. Sayangnya, mereka keburu dikalahkan oleh narasi “influencer adalah pekerjaan masa depan.” Negara-negara maju membangun teknokrat militer. Kita malah berlomba-lomba bikin konten prank.
Damar, Rudal, dan Dono Warkop
Lihatlah Damar Canggih Wicaksono. Putra mendiang Dono Warkop ini bukan pelawak, tapi ahli nuklir internasional. Lulus cum laude dari Teknik Nuklir UGM.
S2 dan S3 dengan beasiswa dari pemerintah Swiss di dua kampus elite: EPFL dan ETH Zürich.
Ia meneliti di reaktor nuklir Leibstadt, di Paul Scherrer Institut, hingga menjadi peneliti utama di HZDR, Jerman.
Tahun 2015, ia meraih Best Student Paper Award di Chicago. Semua itu tanpa pernah jadi bintang iklan.
Kalau anak Dono bisa, kenapa negara tidak?
Sudah saatnya kita cetak lebih banyak “Damar-Damar” lain. Miskinkan koruptor. Sita hartanya. Alihkan anggaran seminar ke laboratorium.
Tutup proyek mercusuar. Buka ruang bagi teknokrat. Bangun ulang sekolah teknik militer. Buat generasi ahli drone, nuklir, siber, dan penyusup server.
Kita Pernah Hebat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mustafa-husein-woyla_20160703_115030.jpg)