Konflik Iran vs Israel

Gawat! Israel Perintahkan Kembali Serang Iran, Tuduh Teheran Langgar Gencatan Senjata

Katz menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan menembakkan gelombang rudal dua jam setelah kesepakatan.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar X/@Mdais
SERANGAN RUDAL- Serangan rudal Iran memborbardi Israel, kali ini sasarannya adalah Israel Selatan. Pukul 10.05 WIB dilaporkan bahwa serangan rudal menghantam Beersheba, Israel Selatan. Menyebabkan kebakaran beberapa unit kendaraan yang terparkir di luar gedung, gumpalan asap hitam tebal di lokasi serangan rudal Iran di Israel. 

Ketua Partai Yisrael Beytenu sekaligus rival politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Avigdor Liberman, mengkritik kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Liberman, kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat tegas hanya akan menjadi jeda sementara dan berpotensi memicu perang baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

"Sejak awal perang saya sudah mengingatkan: tidak ada yang lebih berbahaya daripada meninggalkan seekor singa yang terluka,” kata Liberman, Selasa (24/6/2025), dilansir dari The Times of Israel.


“Gencatan senjata tanpa kesepakatan jelas akan menyeret kita ke perang lain di masa depan, dengan kondisi yang jauh lebih buruk,” ujarnya.

Liberman juga menyayangkan sikap komunitas internasional yang memilih bernegosiasi panjang dengan Teheran, alih-alih menuntut penyerahan total dari rezim Ayatollah.

Ia menuduh Iran tetap bertekad untuk melanjutkan program pengayaan uranium, produksi rudal balistik, serta pendanaan kelompok-kelompok milisi di Timur Tengah.

"Alih-alih penyerahan tanpa syarat, dunia justru memasuki negosiasi yang sulit dan melelahkan, sementara rezim Ayatollah sama sekali tidak berniat untuk menyerah — tidak dalam hal pengayaan uranium di tanah Iran, tidak dalam produksi dan penyediaan rudal balistik, maupun dalam mendukung dan membiayai terorisme di kawasan dan di seluruh dunia," tuturnya.

Suara skeptis juga muncul dari kubu koalisi. Dan Illouz, anggota parlemen dari Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, mempertanyakan apakah Israel benar-benar telah mengalahkan ancamannya.

“Pertanyaannya bukan hanya apakah kita menang sekarang, tapi apakah anak saya kelak akan menghadapi ancaman yang sama 20 tahun lagi,” tulisnya di X.


"Tak diragukan kita menang. Tapi apakah ini kemenangan mutlak? Atau sekadar menang angka di satu ronde?”

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran dan Israel setuju mengakhiri “Perang Dua Belas Hari” yang menewaskan ratusan orang di Iran dan puluhan di Israel.

Gencatan senjata itu dimulai secara bertahap sejak Selasa pagi, dengan Iran lebih dulu menghentikan serangan yang kemudian disusul Israel.

Netanyahu menyatakan bahwa Israel telah mencapai seluruh tujuan militernya, termasuk menghancurkan fasilitas nuklir dan meredam sistem pertahanan udara Iran.

Meski begitu, Juru Bicara IDF Brigjen Effie Defrin dalam konferensi pers menyatakan belum ada perubahan panduan bagi warga sipil seiring berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Iran.

"Anda harus tetap mematuhi pedoman yang ada; ancaman masih tetap ada," ujarnya. 

Baca juga: UMKM Ingin Buka Lapak di Jalan Santai dan Donor Darah Polres Abdya, Silakan Mendaftar ke Mapolres

Baca juga: Kondisi Intan, ART Korban Penyiksaan Majikan di Batam, Tak Digaji Setahun, Disuruh Makan Kotoran

Baca juga: VIDEO Rudal Iran Hantam Pangkalan Utama AS di Qatar: Strategi Ini Diklaim Sebagai Ancaman Menakutkan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved