Konflik Iran vs Israel
Gawat! Israel Perintahkan Kembali Serang Iran, Tuduh Teheran Langgar Gencatan Senjata
Katz menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan menembakkan gelombang rudal dua jam setelah kesepakatan.
Ketua Partai Yisrael Beytenu sekaligus rival politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Avigdor Liberman, mengkritik kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Liberman, kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat tegas hanya akan menjadi jeda sementara dan berpotensi memicu perang baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
"Sejak awal perang saya sudah mengingatkan: tidak ada yang lebih berbahaya daripada meninggalkan seekor singa yang terluka,” kata Liberman, Selasa (24/6/2025), dilansir dari The Times of Israel.
“Gencatan senjata tanpa kesepakatan jelas akan menyeret kita ke perang lain di masa depan, dengan kondisi yang jauh lebih buruk,” ujarnya.
Liberman juga menyayangkan sikap komunitas internasional yang memilih bernegosiasi panjang dengan Teheran, alih-alih menuntut penyerahan total dari rezim Ayatollah.
Ia menuduh Iran tetap bertekad untuk melanjutkan program pengayaan uranium, produksi rudal balistik, serta pendanaan kelompok-kelompok milisi di Timur Tengah.
"Alih-alih penyerahan tanpa syarat, dunia justru memasuki negosiasi yang sulit dan melelahkan, sementara rezim Ayatollah sama sekali tidak berniat untuk menyerah — tidak dalam hal pengayaan uranium di tanah Iran, tidak dalam produksi dan penyediaan rudal balistik, maupun dalam mendukung dan membiayai terorisme di kawasan dan di seluruh dunia," tuturnya.
Suara skeptis juga muncul dari kubu koalisi. Dan Illouz, anggota parlemen dari Partai Likud yang dipimpin Netanyahu, mempertanyakan apakah Israel benar-benar telah mengalahkan ancamannya.
“Pertanyaannya bukan hanya apakah kita menang sekarang, tapi apakah anak saya kelak akan menghadapi ancaman yang sama 20 tahun lagi,” tulisnya di X.
"Tak diragukan kita menang. Tapi apakah ini kemenangan mutlak? Atau sekadar menang angka di satu ronde?”
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran dan Israel setuju mengakhiri “Perang Dua Belas Hari” yang menewaskan ratusan orang di Iran dan puluhan di Israel.
Gencatan senjata itu dimulai secara bertahap sejak Selasa pagi, dengan Iran lebih dulu menghentikan serangan yang kemudian disusul Israel.
Netanyahu menyatakan bahwa Israel telah mencapai seluruh tujuan militernya, termasuk menghancurkan fasilitas nuklir dan meredam sistem pertahanan udara Iran.
Meski begitu, Juru Bicara IDF Brigjen Effie Defrin dalam konferensi pers menyatakan belum ada perubahan panduan bagi warga sipil seiring berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Iran.
"Anda harus tetap mematuhi pedoman yang ada; ancaman masih tetap ada," ujarnya.
Baca juga: UMKM Ingin Buka Lapak di Jalan Santai dan Donor Darah Polres Abdya, Silakan Mendaftar ke Mapolres
Baca juga: Kondisi Intan, ART Korban Penyiksaan Majikan di Batam, Tak Digaji Setahun, Disuruh Makan Kotoran
Baca juga: VIDEO Rudal Iran Hantam Pangkalan Utama AS di Qatar: Strategi Ini Diklaim Sebagai Ancaman Menakutkan
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Siap Lancarkan Serangan Baru Terhadap Iran |
![]() |
---|
Iran Siapkan Skenario Militer Hadapi Israel, Ragukan Gencatan Senjata |
![]() |
---|
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Terluka akibat Serangan Israel |
![]() |
---|
Ali Khamenei Muncul Kembali ke Publik di Hari Asyura, Disambut Gembira Warga Iran |
![]() |
---|
Menlu Iran Ancam Israel jika Kembali Menyerang, Siap Balas Agresi Zionis dan Sekutunya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.