Kupi Beungoh
Meuseuraya Pendidikan: Menenun Harapan, Menyulam Karakter di Era Digital
Sejarah pendidikan Aceh Barat terlalu berharga untuk diulang dengan pola lama semangat tinggi saat rembuk, tapi sunyi dalam tindak lanjut.
Sebuah langkah kecil, tapi penuh makna dalam menjemput masa depan. Sebab, di tengah gelombang digital yang deras, pendidikan kita tidak boleh kehilangan arah.
Ia harus tetap menjadi kompas moral yang menuntun anak-anak Aceh Barat menjadi insan yang berilmu, berkarakter, dan mampu membawa cahaya di manapun mereka berada.
Harapan tak berhenti di ruang diskusi, dari para peserta meuseuraya muncul aspirasi yang kuat agar rekomendasi hasil rembuk ini tidak sekadar menjadi catatan manis yang berakhir di dalam map, lalu dilupakan oleh waktu.
Mereka berharap besar kepada sosok Tarmizi-Said, dua pemimpin muda enerjik di Bumi Teuku Umar, untuk tidak hanya membaca rekomendasi ini, tetapi menjadikannya peta jalan (road map) kebijakan pendidikan yang operasional, terukur, dan dievaluasi secara berkala.
Sejarah pendidikan Aceh Barat terlalu berharga untuk diulang dengan pola lama semangat tinggi saat rembuk, tapi sunyi dalam tindak lanjut.
Meuseuraya Pendidikan harus menjadi pengecualian. Ia harus menjelma menjadi tonggak perubahan yang konkret dan berkelanjutan.
Langkah kecil ini akan menjadi besar jika dikawal bersama.
Bila pemerintah daerah bersedia membuka ruang partisipasi publik secara luas, dan menjadikan hasil rembuk ini sebagai living document yang dinamis-bukan dokumen mati dieying dokumen maka bukan tidak mungkin Aceh Barat menjadi ujung tombak sebagai pilot projects bagaimana daerah mampu menyatukan kearifan lokal, nilai keislaman, dan teknologi digital ke dalam satu ekosistem pendidikan yang kokoh dan handal
Kita percaya, Meuseuraya Pendidikan bukan sekadar semboyan. Ia adalah semangat zaman. Ia adalah ikhtiar kita semua.
Dan dari sinilah, masa depan pendidikan Aceh Barat akan mulai ditulis ulang dengan tinta kolaborasi, niat baik, dan kerja nyata didasari pada semangat ikhlas demi suatu perubahan dimasa akan datang semoga Aceh Barat bisa. (*)
*) PENULIS adalah Kepala MTsN 3 Aceh Barat
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framming Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-MTsN-3-Aceh-Barat-Fauzan-S-Ag-M-Ag.jpg)