Jumat, 12 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Melestarikan Adat Aceh Dalam Pesta Perkawinan

adat  dan budaya Aceh tergolong unik. Salah satunya adalah adat  perkawinan yang setiap segmen tradisinya  menyimpan makna dan filosofis tersendiri.

Tayang:
Editor: mufti
IST
CHAIRUL BARIAH, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari  Bireuen 

Ketika  tiba di gerbang, dara baro disambut oleh beberapa tuan rumah  yang berseragam batik, didampingi oleh orang tua Gampong Pulo Kiton. Mereka menaburkan gabah (breuh padee), bunga rampai (bungong rampoe) dan on seuneujeuk (daun untuk tepung tawar). Setelah itu, rombongan dara baro disambut juga dengan tarian ranup lampuan (tari pemulia tamu/jamee) oleh Sanggar Bungong Seulanga.  Personel sanggar ini terdiri atas para mahasiswi Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uniki dan beberapa mahasiswi dari fakultas lainnya.

Setelah mengikuti rangkaian acara penyambutan, rombongan kemudian dijamu di ruangan besan.

Tamu kehormatan yang pertama hadir pada saat itu  adalah Wakil Gubernur Aceh  Fadhlullah SE beserta rombongan dari Banda Aceh.Wagub yang akrab disapa  Dek Fadh, dan mudah senyum ini, menjadi sasaran para tamu undangan untuk diajak foto bersama.

Pelaminan Aceh yang digunakan dalam pesta perkawinan adat Aceh ini  didesain modern dan berdiri megah di tengah halaman yang luas. Ciri khasnya  didominasi warna emas, hijau, kuning, dan merah, dilengkapi ornamen dekorasi yang kaya akan motif khas Aceh, seperti pinto Aceh, rencong, bungong seulanga, dan lainnya.

Dekorasi tempat acara yang bercorak khas Aceh terasa teduh dan asri, membuat  para tamu nyaman karena dikelilingi  rangkaian bunga hidup di setiap sudutnya.

Acara ‘tueng dara baro’ ini semakin meriah karena penampilan tari piring dan ratoh jaroe dari Sanggar Bungong Seulanga Uniki. Para tamu terlihat enggan beranjak dari tempat duduknya, bahkan ada yang berdiri mendekati  pelaminan untuk menyaksikan tarian yang disuguhkan.

Pada sesi kedua, pengantin berganti pakaian adat Aceh Tenggara, mengingat

Ibu Nuryani, ibu kandung ‘linto baro’, berasal dari Aceh Tenggara. Pakaian adat Alas ini dinamakan ‘meksihat’. Dalam bahasa Alas, ‘tesikhat’ berarti mengaplikasikan motif hias yang ada di pikiran tanpa membuat sketsa, dan diaplikasikan kepada benda atau objek.

Kedua pengantin—Muhammad Ridwan dan Bunga Devi—terlihat anggun di bawah balutan pakaian adat Alas tersebut, walaupun lelah karena berkali-kali melayani foto bersama keluarga dan para undangan.

Ke acara yang meriah ini, turut hadir Ketua DPR Aceh,  Zulfadhli  dan rombongan, yang disambut oleh tuan rumah dan beberapa pejabat lainnya.  Putra kelahiran Samalanga, Kabupaten Bireuen, ini  dikenal dengan sebutan Abang Samalanga.

Acara ‘tueng dara baro’ ini didukung oleh  ±75 personel   di bawah komando  Kamaruddin. Alhamdulillah,   setiap tahapan acara berlangsung tertib, rapi, dan terkendali.

Kosumsi untuk acara ini dipercayakan kepada Mutia Catering Bireuen ditambah dengan hidangan ‘kuwah beulangong’ (gulai kari sapi) dari Lem Bakrie yang terkenal lezat. Lem Bakrie mendatangkan anak buahnya dari Banda Aceh untuk menyiapkan hidangan istimewa ini.

Pada penutupan acara sore, hadir pula tamu paling istimewa, yakni Gubernur  Aceh Muzakir Manaf  atau Mualem beserta rombongan. Di tengah kesibukannya memimpin provinsi ini, Mualem menyempatkan diri memenuhi undangan tuan rumah. Sseluruh panitia, mahasiswa Uniki, dan  tamu yang hadir berkumpul ingin bersalam langsung dan foto bareng dengan orang nomor 1 Aceh yang tanpan itu.

Perhelatan di rumah Pak Amiruddin ini sungguh menakjubkan, dikelola dengan baik dan rapi, sekaligus memadukan dua adat, yakni adat Aceh (asal Pak Amir) dan adat Alas (asal istrinya).

Rangkaian acara yang dibalut dengan adat perkawinan Aceh memang perlu terus dilestarikan dengan melibatkan  kawula muda sebagai motor penggeraknya. Promosinya pun bisa melalui media sosial atau platform lainnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved