Kupi Beungoh
Negeri Ini Krisis Moral, "Pendidikan Agama Islam Solusinya"
Pendidikan Agama Islam merupakan solusi moral dalam kehidupan berumah tangga, dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Oleh karena itu, ada tanggung jawab mendidik yang dititipkan oleh setiap orang tua, kepada lembaga pendidikan dan guru di sekolah dalam mendidik anak menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak yang baik, pribadi yang shaleh-shalehah, seorang yang 'alim dalam urusan agama dan urusan dunia. Inilah investasi dunia, investasi akhirat dan jalan ke syurga bagi para guru dan pendidik yang mendidik drngan sepenuh cinta dan setulus hati. Tentunya, harus bekerjasama dengan orang tua, masyarakat dan pemerintah.
Berikut ini detail langkah-langkah pelaksanaannya;
Langkah pertama, disiapkan para guru dan pendidik, diberikan gaji yang layak kepada guru dan pendidik, agar mereka fokus dalam meningkatkan kompetens diri dan anak didik. Jangan seperti yang kita lihat sekarang ini, kita mendengar di banyak pemberitaan, ada guru yang gajinya hanya 300 rb/bulan, ada yang 5 rb/bulan, namun mereka harus mencerdaskan generasi.
Mereka harus mendidik generasi yang akan meneruskan, yang akan mengisi kemerdekaan, generasi yang akan membangun sebuah bangsa. Bagaimana ini bisa teejadi? Sedih kali melihat bangsa ini. Bukankah membangun sebuah negeri, dimulai dari mendidik generasi. Generasi yang terdidik yang mampu membangun, mengelola, menjaga negeri ini.
Langkah kedua, disiapkan guru-guru melalui berbagai pelatihan, beasiswa pendidikan, pembekalan, agar guru paham agama dari sisi keilmuwan dan pelaksanaan, dan terbiasa melaksanakan perintah-perintah agama, serta menjauhi larangan agama, untuk dapat mengajarkan substansi dan nilai-nilai agama dengan utuh kepada anak didik.
Langkah ketiga, jangan bebani guru dengan administrasi yang bertubi-tubi, sampai ia lelah sendiri. Tapi guru dapat menyiapkan sendiri evaluasi perkembangan anak didik, tentang substansi, hasil pembelajaran yang dilalui anak didik dalam belajar dan yang dilalui pendidik dalam proses pembelajaran, lalu dimusyawarahksn dengan sesama guru, kepala sekolah dan dinas yang terkait, untuk dilakukan perbaikan jika dibutuhkan.
Langkah keempat, pembuat kebijakan (pemerintah) tidak merubah kurikulum (materi/isi) Pendidikan Agama. Karena kurikulum Pendidikan Agama itu harus menggunakan kurikulum sebagaimana yang tertulis dan Ayat-Al-Qur'an, Hadits dan Warisan Ilmu dari pada para sahabat Nabi, tabit-tabi'in dan Imam Mazhab.
Kurikulum pendidikan Agama adalah kurikulum akhirat, mempersiapkan anak didik untuk kehidupan dunia, sekaligus persiapan untuk kembali ke kampung akhirat, ini sangat serius dan penting, karena waktu tidak bisa diulang lagi.
Kurikulum itu adalah Al-Qur'an, Sunnah, Fikih, dan Sirah Nabawiyah sebagai kurikukum Utama. Lalu bagaimana agar umat Islam dapat menyesuaikan diri dengan perkemnangan zaman? Lakukan pengembangan sesuai kebutuhan zaman, seperti pengembangan tujuan, strategi, proses belajar mengajar, metode, media, materi, peningkatan kompetensi guru/pendidik, evaluasi, pendekatan dan lainnnya yang terkait untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran.
Langkah kelima,, disetiap lembaga pendidikan, kurikukum Agama harus mengajarkan materi Agama Islam secara utuh mulai dari konsep, data, fakta, pengertian, tujuan, manfaat, dalil dari Ayat, dalil dari Hadis, contoh-contoh, langkah-langkah prakteknya dan hikmah.
Langkah keenam, setelah diajarkan teori, ajarkan cara pelaksanaannya (prakteknya). Langkah ketujuh, lakukan pembiasaan, terhadap apa yang sudah dipraktekkan di sekolah, dilanjutkan di rumah dengan bekerjasama dengan orang tua. Pembiasaan di sekolah itu penting sebagai tonggak sebuah perubahan menuju sebuah peradaban seperti yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
Langkah kedelapan, guru bekerjasama dengan orang tua di rumah dalam mendidik anak agar lebih efektif dan efiaien. Langkah kesembilan, guru dan orang tua mendo'akan anak didik, agar mendapat yang terbaik dalam setiap urusan anak didik, mendo'akan anak didik agar apa yang diajarkan mudah dipahami, mudah diterima, mudah untuk diamalkan dan bermanfaat buat dirinya, keluarga, masyarakat, Agama, nusa dan bangsa.
Langkah kesepuluh, adanya rapat rutin antara guru, baik langsung atau tidak, yang membahas perkembangan pendidikan anak, kendala-kendala dan usaha perbaikan bersama.
Langkah kesebelas, tawakkal kepada Allah SWT untuk semua ikhtiar yang sudah dilakukan oleh guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah.
Menurut saya, ini harusnya menjadi perhatian pertama, dan utama bagi pembuat kebijakan kurikukum pendidikan Islam yang beragama Islam ini yang harus diperjuangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-S-Ag-MAg-Dosen-Pascasarjana-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)