Kupi Beungoh

Negeri Ini Krisis Moral, "Pendidikan Agama Islam Solusinya"

Pendidikan Agama Islam merupakan solusi moral dalam kehidupan berumah tangga, dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Editor: Amirullah
For Serambinews
Dr. Ainal Mardhiah, S Ag, M.Ag, Dosen Pascasarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag

Kita lihat diberbagai pemberitaan,  korupsi, pencurian, pemerkosaan, KDRT, aborsi, penipuan, penculikan, bully,  judi, penjualan narkoba, ganja, pergaulan bebas, mafia tanah, dan masih banyak lagi masalah moral lainnya yang sekarang ini marak terjadi di masyarakat.  

Segala cara,  segala pendekatan dilakukan untuk mencari solusi namun belum dapat kita lihat hasil yang membahagiakan.  Semakin hari, semakin membingungkan kita lihat keadaan negeri ini. 

Lain pula ditingkat petinggi negeri,  kepada rakyat mereka minta efisiensi, penghematan, sedangkan para penguasa diberitakan mereka  "korupsi" tidak henti-henti, dengan jumlah yang sangat menyedihkan hati.  

Katanya, utang luar negeri semakin hari semakin meninggi, lalu kemana uang-uang pengembalian hasil korupsi dibawa pergi, kenapa tidak dipakek untuk membayar hutang negeri? Sebegitu rusakkah moral di negeri ini. 

Baca juga: Bersatulah Wahai Umat Islam, Di Bawah Petunjuk Al-Quran dan Sunnah 

Baca juga: Fenomena Celana Ketat, Baju Di Atas Pantat, Bukan Begitu  Pakaian Kita Wahai Wanita Muslimah

A. Sebab Rusaknya Moral 

Di Era digital sekarang ini, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua dengan mudah dapat mengakses berbagai tontonan di media masa dan media sosial. Tontonan yang diakses seringkali yang berdampak buruk bagi kecerdasan otak, akhlak, dan merusak moral generasi, baik generasi muda, maupun generasi tua.

Namun tontonan tersebut yang sangat disenangi untuk di tonton setiap hari.  Disadari atau tidak, itu adalah program yang sengaja dirancang untuk merusak jiwa dan akhlak generasi Islam masa kini.

Dengan cara ini kerusakan yang ditimbulkan bisa lebih permanen, lebih lama, susah diperbaiki, sehingga lemahlah generasi Islam ini.

Disisi lain, karena tuntutan ekonomi, orang tua siang malam harus mencari rezeki, sehingga tidak sempat memperhatikan pendidikan anak sendiri.

Ada juga orang tua yang malas mencari rezeki, siang malam sibuk dengan gedged dan warungkopi, akibatnya anak-anak juga menyibukkan diri bermain gadged sebagaimana orang tuanya sendiri.  

Untuk belajar dan mengaji waktunya sangat sedikit, bahkan ada yang tidak belajar dan tidak mengaji, karena tidak ada yang peduli, istripun sudah lelah sendiri

Sebagian orang tua berfikir, anak-anak sudah belajar di sekolah, sehingga  tidak perlu lagi orang tua peduli. Sementara di sekolah, guru sibuk dengan administrasi, untuk sertfikasi, untuk syarat sekolah penggerak, guru penggerak, untuk akreditasi lembaga, sehingga substansi materi pembelajaran  tidak sempat diajarkan lagi karena sudah lelah dan habis energi, kalau administrasi tidak dilengkapi  mereka akan dapat sanksi. Bagaimana bisa maju negeri ini?

Lain lagi masalah, sebentar-bentar  gonta-ganti dan rubah kurikulum. Dengan berganti kurikukum, guru dan pendidik harus belajar lagi kurikulum baru agar bisa dipahami sendiri dan diajarkan kepada anak didik. Ini bukanlah pekerjaan mudah, ini pekerjaan yang sangat melelahkan, menghabiskan waktu, tenaga, energi, pemikiran dan biaya yang tidak sedikit, sebentar-bentar ganti kurikulum.

Harusnya, yang dilakukan adalah perbaikan dari hasil evaluasi, jika terdapat kekurangan, atau pengembangan untuk dapat mengikuti perkembangan zaman dan peningkatan kompetensi guru. 

Selain itu, Pembelajaran Agama Islam di sekolah hanya 2 jam seminggu, sementara ada 3 hal penting yang harus diajarkan kepada anak didik dan ini wajib dikuasai oleh seorang muslim. Pertama, anak didik harus menguasai segala pengetahuan Agama seperti (teori) Fikih, Sirah Nabawiyah, Al-Qur'an-Hadis,  Aqidah dan akhlak,  dan pengetahuan  modern yang dibutuhkan seorang muslim.

Baca juga: Mewujudkan Generasi Emas

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved