Kupi Beungoh
Aceh, Mesin Tanpa Bensin
Betapa tidak, Provinsi Aceh telah dianugerahi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, minyak dan gas bumi (migas), tambang mineral, perkebunan, dan
Kurikulum masih banyak yang generik dan tertinggal dari perkembangan teknologi industri.
Baca juga: Bupati Al-Farlaky Minta Bagi Hasil Migas yang Lebih Adil Untuk Aceh Timur
Seharusnya, sekolah vokasi yang adaptif mampu menangkap detail kebutuhan ini, lalu menjadikannya kompetensi dasar di kurikulum.
Dengan begitu, lulusan akan relevan dengan peluang kerja yang tercipta.
Link and match juga erat kaitannya dengan peran pemerintah daerah. Pemerintah harus bertindak sebagai penyambung kepentingan sekolah dan industri.
Pemerintah daerah harus memfasilitasi pertemuan rutin antara SMK/Politeknik dengan asosiasi pengusaha, BUMN, maupun investor.
Data kebutuhan tenaga kerja harus disusun rapi, disampaikan ke sekolah, dan diterjemahkan menjadi pembaruan kurikulum.
Tanpa itu, sekolah akan terus berjalan di jalurnya sendiri, sementara industri menunggu SDM yang tak kunjung siap.
Baca juga: Aceh Energi Segera Eksplorasi Migas, BPMA Ajak Pemkab Bireuen Kolaborasi
Kita bisa belajar dari daerah atau negara yang tidak punya SDA besar, tetapi unggul berkat SDM.
Singapura, Jepang, dan Korea Selatan adalah contoh yang menarik.
Mereka minim SDA, tetapi membangun manusia lewat pendidikan berkualitas, riset, inovasi teknologi, dan budaya kerja yang unggul.
Mesin mereka kecil, tetapi bensinnya berkualitas tinggi.
Aceh punya peluang besar untuk memperbaiki situasi ini. Potensi SDA tetap harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan.
Namun, kunci nilai tambahnya terletak pada SDM. Pemerintah Aceh juga harus berani melakukan revolusi link and match.
Baca juga: Polda Aceh Tegaskan Siap Dukung Pengamanan Kegiatan Hulu Migas
Ini berarti bukan hanya membangun gedung sekolah baru, tetapi memastikan guru dan instruktur industri hadir di ruang kelas.
Dunia usaha perlu dilibatkan sejak mendesain kurikulum, membuka pintu magang, hingga rekrutmen langsung.
| Interprofessional Education: Nyata atau Hanya Teori Semata? |
|
|---|
| Pentingnya Strategi Pembangunan yang Menempatkan Tata Kelola sebagai Prioritas Utama |
|
|---|
| Jangan Biarkan Emosi Mengalahkan Logika dalam Pengelolaan Gas Andaman |
|
|---|
| Dayah dan Tantangan Pembinaan Karakter di Era Digital |
|
|---|
| Mengapa Petani Aceh Tetap Miskin? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Habibi-soal-SDA-Migas.jpg)