Sabtu, 16 Mei 2026

Liputan Eksklusif Aceh

Fakta-Fakta Populasi Buaya di Aceh Singkil Tinggi 

Salah satunya desakan datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Taufik

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
TERLILIT JARING: Mulut buaya terlilit jaring nelayan di sungai Lae Cinendang Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, 9 Agustus 2025. 

Antara lain pernyataan dari nelayan di sepanjang perairan sungai dan laut serta penggiat lingkungan tentang populasi buaya semakin meningkat. 

Baca juga: Demi Lihat Buaya Singkil, Petualang Eropa Rela Terbang Lintas Benua 

Hal itu ditunjukkan dengan adanya kecemasan terhadap jumlah buaya yang mulai berlebihan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Selain itu sebutnya, pimpinan DPRK Aceh Singkil, telah mengeluarkan pernyataan agar BKSDA survei populasi buaya.

Apakah ratusan atau bahkan ribuan, sebagai dasar kebijakan penanganan seperti penangkapan atau penangkaran.

Kemudian selama periode Januari-Agustus 2025 tercatat lima kasus interaksi negatif (term welcoming dengan manusia).

Hal ini menjadi indikator nyata bahwa buaya sudah semakin sering berhadapan dengan manusia akibat meningkatnya populasinya.

"Kesimpulan berdasarkan pengamatan lapangan dan keterangan publik, terdapat sinyal kuat bahwa populasi buaya di Aceh Singkil telah meningkat secara signifikan, sehingga menjadi salah satu penyebab utama konflik antara manusia dan buaya," tegas putra Pulau Banyak tersebut.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved