Jumat, 10 April 2026

Prabowo Subianto: Program MBG Diprioritaskan untuk Anak Kurang Gizi, Bukan Keluarga Mampu

Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis harus tepat sasaran dengan memprioritaskan anak yang membutuhkan. 

Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
DISTRIBUSI MBG - Warga bergotong royong mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara menyeberangi derasnya arus sungai setelah jembatan putus akibat bencana banjir dan longsor di Kecamatan Pining, Gayo Lues, Provinsi Aceh 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto meminta MBG difokuskan pada anak kurang gizi, bukan dari keluarga mampu, serta tidak bersifat wajib.
  • Badan Gizi Nasional menyiapkan tim untuk memilah penerima agar bantuan tepat sasaran dan efisien.
  • Pemerintah menertibkan dapur MBG bermasalah, sementara program telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima di seluruh Indonesia.
 
 
 
 
 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis harus tepat sasaran dengan memprioritaskan anak yang membutuhkan. 

Selain itu, pengawasan diperketat agar distribusi efektif dan tidak terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan di lapangan.

Presiden Prabowo Subianto meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan untuk anak yang kekurangan gizi.

Anak dari keluarga mampu dinilai tidak menjadi prioritas penerima.

Arahan itu disampaikan dalam rapat kerja kabinet di Istana, Rabu (8/4/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan bantuan harus tepat sasaran.

Baca juga: Jembatan Putus Diterjang Banjir, Warga Gayo Lues Seberangi Sungai untuk Distribusi MBG

“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” kata Nanik dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Presiden juga menekankan penyaluran tidak dilakukan secara paksa. Siswa dari keluarga mampu tidak wajib menerima bantuan.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.

BGN menyiapkan tim untuk memilah penerima. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi lebih tepat dan efisien. Nanik menilai pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci efektivitas program.

“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tuturnya.

Presiden juga meminta penertiban dapur MBG. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar diminta ditutup. BGN telah membekukan ribuan SPPG.

Baca juga: Program MBG Dievaluasi, 2.162 SPPG Dihentikan Sementara, Ini Penyebabnya

Pelanggaran meliputi tidak sesuai petunjuk teknis, kasus keracunan, penggelembungan harga, hingga monopoli pasokan bahan baku.

Langkah ini mendapat dukungan Presiden. “Bagus lanjutkan terus,” kata Prabowo kepada Nanik.

Program MBG terus diperluas

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved