KUPI BEUNGOH
Aceh dalam Intimidasi Pembangunan
Akhirnya pertanyaan liar itu tetap muncul, siapa sebenarnya yang memiliki kepentingan agar Aceh tidak maju?
Kondisi ini seharusnya menjadi titik pemicu perubahan untuk arah pembangunan Aceh baru. Setidaknya dalam beberapa tahun kedepan, Aceh harus memikirkan bagaimana pembangunan dapat mengatasi putusnya rantai pasok ketika hubungan dengan Sumatera Utara terputus.
Kemudian bagaimana Aceh menjadi mandiri dan mampu mengurus diri sendiri baik dalam bidang ekonomi maupun pembangunan dengan tidak bergantung seluruhnya kepada provinsi lain.
*) PENULIS adalah pengajar pada jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Aceh
Intimidasi
pembangunan
pembangunan aceh
multiangle
Meaningful
Eksklusif
Aceh dalam Intimidasi Pembangunan
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Teuku-Murdani-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)