KUPI BEUNGOH
Aceh, Banjir Bandang, dan Krisis Tata Kelola Lingkungan
Hutan Aceh hari ini seolah memperlihatkan wajah asli dari lemahnya pengelolaan dan pengawasan lingkungan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Editor:
Yocerizal
Hanya dengan cara itulah masyarakat tidak lagi dipaksa berulang kali membayar mahal atas kerusakan yang bukan mereka ciptakan.(*)
*) PENULIS adalah Sahabat Saksi dan Korban wilayah Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Menkes Curhat, Relawan Masuk Aceh Lewat Malaysia Karena Mahalnya Tiket Penerbangan
Baca juga: Viral Kisah Perempuan di Brasil Menikah dengan Adik Kandung, Fakta Terungkap Saat Cari Ibu
Tags
Banjir Bandang Aceh
Kayu bekas banjir
Banjir Aceh-Sumatra
Banjir dan Kerusakan Hutan Aceh
Tata Kelola Lingkungan
Opini Miftahul Jannah
Opini Kupi Beungoh Miftahul Jannah
Berita Terkait: #KUPI BEUNGOH
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Miftahul-Jannah_ok.jpg)