Jurnalisme Warga

Pendidikan Aceh: Sinergi dan Optimis Pascabencana

Aceh dengan 18 kabupaten/kota terdampak bencana melalui Keputusan Gubernur kembali memperpanjang masa tanggap darurat

Editor: mufti
for serambinews/IST
IWAN DOUMY, S.Pd., Guru SMA Negeri 1 Banda Aceh, melaporkan dari Banda Aceh 

Sinergis dan optimis

Di sosial media terkait bencana Sumatra kita akan bertemu dengan tagar #wargabantuwarga dan kibaran bendera putih di Aceh.

Kedua hal ini harus kita maknai sebagai sinergisitas dan optimisme dalam menghadapi bencana.

Dua hal yang saya sebutkan di atas, yaitu perlambatan akademik dan tantangan daya saing menuju perguruan tinggi, menjadi penting untuk diperkuat dengan langkah sinergis dari semua pihak.

Merujuk pada Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang  Penyelenggaraan Program Sekolah Aman Bencana, Kementerian Pendidikan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah  melakukan pemulihan layanan pendidikan pascabencana.

Melalui koordinasi dan komando yang intensif, dinas pendidikan (provinsi dan kabupaten/kota), cabang dinas, sekolah, LSM, sukarelawan, dan masyarakat secara kolaboratif melakukan percepatan pemulihan, pengadaan ruang kelas darurat, perlengakapan PBM, dan bimbingan psikososial.

Praktik baik yang telah dilakukan dalam rangka pembersihan sekolah, yaitu pengerahan warga sekolah yang tidak terdampak/terdampak ringan untuk bergotong royong di sekolah yang berdampak sedang bahkan berat.

Pelibatan sukarelawan yang memiliki kompetensi dan terkoordinasi untuk memperkuat PBM dan persiapan SNBT salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak perlambatan akademik dan penurunan daya saing menuju perguruan tinggi.

Diperlukan program afirmasi bagi murid korban bancana untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi untuk mewujudkan rasa berkeadilan mendapatkan layanan pendidikan di tengah keterbatasan.

Untuk membangun optimisme saya mengutip Ibnu Khaldun dalam bukunya Al-Muqaddimah mengatakan bahwa situasi yang sulit, akan menghasilkan manusia yang tangguh. Manusia yang tangguh akan membangun situasi menjadi lebih baik.

Tentunya manusia yang tangguh akan terwujud ketika menjalani kesulitan dengan sabar dan dibersamai dengan terus belajar. (*) 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved