Pojok Humam Hamid
79 Tahun HMI: Masih Relevankah Sintesis Islam dan Nasionalisme?
Ketika Lafran Pane mendirikan HMI pada 1947, Indonesia bahkan belum sepenuhnya yakin ingin menjadi apa.
Yang ia tawarkan bukan teriakan revolusioner, melainkan “sintesis sunyi”.
Islam diposisikan sebagai sumber nilai dan etika, nasionalisme sebagai tanggung jawab sejarah.
Keislaman tidak dilawankan dengan keindonesiaan, dan keindonesiaan tidak dibersihkan dari nilai keimanan.
Sintesis ini bersifat praksis, bukan ideologis sempit.
Ia tidak menuntut keseragaman, tetapi kedewasaan. Tidak mencetak massa, tetapi kader.
Cak Nur dan Tantangan yang Berubah
Beberapa dekade kemudian, sintesis ini tidak ditinggalkan, tetapi “diperdalam dan diperluas” oleh Nurcholish Madjid.
Cak Nur hadir ketika tantangan berubah.
Indonesia relatif stabil secara politik, tetapi Islam menghadapi bahaya baru: penyempitan makna.
Islam mulai direduksi menjadi identitas politik, slogan, dan kendaraan kekuasaan.
Di titik ini, fondasi Lafran Pane masih kokoh, tetapi membutuhkan pendalaman intelektual agar tidak membeku menjadi rutinitas organisasi.
Cak Nur melakukan apa yang jarang dilakukan tokoh gerakan: ia mengajak berpikir ke dalam.
Tauhid ia tafsirkan sebagai “pembebasan”, iman sebagai “etika publik”, dan Islam sebagai sumber nilai kemanusiaan, bukan ideologi kekuasaan.
Slogan terkenalnya, “Islam yes, partai Islam no”, bukan penolakan politik, melainkan penolakan terhadap penyempitan Islam.
Islam terlalu besar jika dipenjarakan dalam satu kendaraan politik jangka pendek.
Jika Lafran Pane membangun fondasi historis dan moral HMI, maka Cak Nur menaikkan “arsitektur pemikiran Islam Indonesia modern”.
Lafran Pane
HMI
HUT HMI
siapa pendiri hmi
Nurcholish Madjid
pojok humam hamid
Ahmad Humam Hamid
humam hamid aceh
Serambi Indonesia
| Tenaga Kerja Aceh: Dominasi Sektor Informal, TPT, dan Indikator Tak Sehat Lainnya |
|
|---|
| Siapa Mengendalikan Pertumbuhan Banda Aceh-Aceh Besar? |
|
|---|
| Perang Iran, Pupuk, dan Piring Nasi Kita |
|
|---|
| Purbaya, “Indonesia Survival Mode”: Diagnosis, Peringatan, dan Reportoar Kehati-hatian |
|
|---|
| Posisi Strategis Selat Malaka dalam Integrasi Jalur Energi dan Perdagangan Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-4.jpg)