Pojok Humam Hamid
79 Tahun HMI: Masih Relevankah Sintesis Islam dan Nasionalisme?
Ketika Lafran Pane mendirikan HMI pada 1947, Indonesia bahkan belum sepenuhnya yakin ingin menjadi apa.
Keduanya saling melengkapi.
Tanpa Lafran, Cak Nur melayang.
Tanpa Cak Nur, Lafran berisiko membeku.
Sintesis inilah yang membuat HMI mengambil jalan yang tidak spektakuler, tetapi tahan lama.
Baca juga: Ini 9 Presidium KAHMI Aceh Periode 2022-2027, Ahmad Doli Kurnia: Jaga Eksistensi HMI
Memilih Akumulasi Sejarah
Sejarah global memberi banyak contoh organisasi mahasiswa Islam yang memilih jalan sebaliknya.
Di Mesir, Ikhwanul Muslimin membangun jaringan pemuda yang mengesankan, hanya untuk berakhir sebagai musuh utama negara.
Di Asia Selatan, Jamaat-e-Islami dan sayap mahasiswanya tampil disiplin dan ideologis, tetapi sering terjebak dalam kekakuan doktrin.
Di Malaysia, ABIM mendekati model HMI, namun kedekatan dengan negara pada fase tertentu menggerus jarak kritis.
Di Tunisia, generasi muda Islam pasca Arab Spring lahir dengan semangat demokrasi, tetapi tanpa kesabaran kaderisasi jangka panjang.
Polanya nyaris seragam: “terlalu ideologis”, atau “terlalu politis”. Hasilnya pun serupa: represi, fragmentasi, atau stagnasi.
HMI mengambil jalan yang tampak membosankan bagi kaum revolusioner dan terlalu kritis bagi kaum pragmatis.
Ia tidak mengejar kekuasaan, tetapi pengaruh.
Tidak membangun massa, tetapi manusia.
Dalam istilah yang lebih tajam, HMI tidak memilih ledakan sejarah, melainkan “akumulasi sejarah”.
Dan seperti banyak institusi yang bertahan lama, kekuatannya bukan pada kemenangan singkat, tetapi pada daya tahannya.
Lafran Pane
HMI
HUT HMI
siapa pendiri hmi
Nurcholish Madjid
pojok humam hamid
Ahmad Humam Hamid
humam hamid aceh
Serambi Indonesia
| Tenaga Kerja Aceh: Dominasi Sektor Informal, TPT, dan Indikator Tak Sehat Lainnya |
|
|---|
| Siapa Mengendalikan Pertumbuhan Banda Aceh-Aceh Besar? |
|
|---|
| Perang Iran, Pupuk, dan Piring Nasi Kita |
|
|---|
| Purbaya, “Indonesia Survival Mode”: Diagnosis, Peringatan, dan Reportoar Kehati-hatian |
|
|---|
| Posisi Strategis Selat Malaka dalam Integrasi Jalur Energi dan Perdagangan Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-4.jpg)