Senin, 25 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Refleksi Hari Pers Nasional: Kontribusi Serambi Indonesia dalam Mencerdaskan Cucu Iskandar Muda

Suara-suara apresiasi terhadap jasa insan pers, terutama jurnalis, menggema di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Jafar Insya Reubee, Pemerhati Pers asal Aceh, berdomisi di Negeri Selangor Malaysia 

Oleh: Jafar Insya Reubee*)

Setiap tanggal 9 Februari, pemerintah dan insan media (pers) di seluruh Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN). 

Suara-suara apresiasi terhadap jasa insan pers, terutama jurnalis, menggema di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh.

Pada tanggal yang sama, media terbesar di Aceh, yaitu Harian Serambi Indonesia, juga merayakan Hari Ulang Tahun. 

Serambi Indonesia didirikan di kawasan Lampriek Banda Aceh pada 9 April 1989.

Hari Senin 9 Februari 2026 ini Serambi Indonesia berusia genap berusia 37 tahun. Tentu saja ini bukan lagi usia anak-anak, bukan pula remaja. 

Serambi Indonesia telah menjelma menjadi dewasa. Ia sangat berperan dalam mencerdaskan penduduk Aceh.

Ia telah memberikan kontribusi sangat banyak bagi penduduk Aceh yang merupakan cucu-cucu dari Sultan Iskandar Muda, Sang Raja Legendaris Tanah Melayu dalam Kesultanan Aceh Darussalam (1496-1948).

Reflexy Atas Jasa Serambi Indonesia

Hari ini kita pantas melakukan refleksi (perenungan) dan kontemplasi (penghayatan) atas peran, jasa dan kontribusi Serambi Indonesia. Artikel ini menyoroti seputar isu tersebut.

Pada awal pendiriannya Serambi Indonesia hanya berupa satu jenis media, yaitu koran cetakan. 

Koran Serambi Indonesia terdistribusi dengan baik ke seluruh penjuru Aceh, hingga pelosok desa sekalipun.

Saat itu tak ada pilihan bacaan berita lokal, nasional dan internasional yang dicintai oleh orang Aceh selain koran Serambi Indonesia.

Baca juga: HUT ke-37 Serambi Indonesia, Komitmen Jurnalisme di Tengah Disrupsi Zaman

Koran Serambi Indonesia di warung kopi ditunggu warga sejak usai subuh, dibaca bergilir oleh penikmat kopi pancong sampai kertas koran runyoh (lusuh) pada petang hingga malam harinya. 

Pokoknya, kalau belum baca koran Serambi Indonesia akan dianggap belum update.

Mereka juga menerka-nerka apa isi koran pada esok harinya, terutama pada masa-masa konflik Daerah Operasi Militer (DOM), Darurat Sipil (DS) dan Darurat Militer (DM).

Serambi Group, Kian Sempurna

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved