KUPI BEUNGOH
Refleksi Hari Pers Nasional: Kontribusi Serambi Indonesia dalam Mencerdaskan Cucu Iskandar Muda
Suara-suara apresiasi terhadap jasa insan pers, terutama jurnalis, menggema di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh.
Mereka lupa memahami jeritan rakyat Aceh yang sebagian besar masih miskin. Mereka terlihat seperti lupa fungsinya berada di lembaga dewan itu.
Baca juga: Muzakir Jadi Pelari Tercepat Serambi Run 5K Ajang Olahraga dan Solidaritas untuk Korban Banjir Aceh
Ada anggota dewan yang mulai terlihat sombong, bahkan ada yang tega melihat dengan ujung mata pada orang-orang yang telah mengantarnya ke gedung parlemen, dan lain-lain. Terlalu!
Ada kelompok manusia yang terkadang lupa bahwa tak ada yang abadi dalam kekuasaan dan kemewahan.
Perlu menjadi renungan: Apakah tidak cukup kisah Firaun dan Qarun sebagai iktibar?
Semua akan sirna jika saatnya tiba. Presiden Trump di era post-modern juga redup tak lama lagi. Tunggu saja!
Terima Kasih Serambi Indonesia
Kembali ke jasa Serambi Indonesia sungguh luar biasa. Serambi Indonesia telah berbuat sangat banyak dalam membuka wawasan umat (terutama warga Aceh).
Selaku pembaca Serambi Indonesia, saya hendak menyampaikan terima kasih pada Serambi Indonesia dan groupnya.
Semoga semua pimpinan, wartawan, karyawan, hingga loper koran Serambi Indonesia selalu sehat, mudah rezeki dan terus berbuat baik kepada umat.
Akhirnya, kita harapkan agar Serambi Indonesia istiqamah pada prinsip berpihak pada kebenaran pada masa-masa mendatang. Jangan pernah lelah menjadi lilin, cahaya penerang bagi cucu Iskandar Muda.
*) PENULIS adalah Pemerhati Pers asal Aceh, berdomisi di Negeri Selangor Malaysia
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Rakyat tidak Pakai Dolar, Tapi Tetap Merasakan Getarnya |
|
|---|
| Aceh di Persimpangan: Ketika Mimpi Besar Tersandera Lemahnya Tata Kelola dan Krisis Prioritas Publik |
|
|---|
| Kita Punya Emas Energi, Tapi Mengapa Aceh Selalu Gelap? |
|
|---|
| Merdeka di Bendera, Gelap di Rumah Rakyat: PLN dan Janji yang Padam |
|
|---|
| Retaker UKMPPD dan Sistem Pendidikan Dokter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jafar-Insya-Reubee-Pemerhati-Pers-asal-Aceh-berdomisi-di-Negeri-Selangor-Malaysia.jpg)