Kupi Beungoh
Bijak Membeli dan Menyimpan Daging Meugang
Daging sapi yang baru disembelih dapat dikenali dari warna, flavour (bau dan rasa), tekstur, sifat lemak, dan kelembapan.
Daging segar juga bisa dikenali dari permukaannya yang mengilap, kenyal, tidak berlendir, dan bersih.
Daging yang tidak sehat dapat ditandai dari perubahan yang terjadi pada warna, bau, tekstur, dan permukaan daging.
Daging yang sudah terkontaminasi mikroorganisme, berubah warna dari merah segar menjadi hijau, biru, coklat, abu-abu atau kuning.
Baunya tidak sedap, karena proses oksidasi lemak yang ada di dalam daging.
Misalnya bisa terjadi karena tercemar bakteri Achromobacter.
Disamping itu bisa juga permukaannya kotor dan berlendir karena aktivitas mikroorganisme golongan Pseudomonas, Streptococcus, dan Bacillus.
Baca juga: Meugang ASUH, Ibadah Nyaman
Penting juga diamati ciri-ciri daging bangkai (mati tanpa disembelih). Ciri khas daging bangkai berwarna gelap.
Kondisi ini disebabkan oleh penimbunan darah yang tidak dikeluarkan dari tubuh.
Akibatnya daging cepat busuk karena darah adalah media yang sangat baik untuk pertumbuhan kuman.
Paparan udara yang terlalu lama dan polutan seperti debu, asap rokok dan kendaraan, alas yang tidak higienis, dan pencemar lainnya, mempercepat proses pembusukan daging.
Daging busuk dapat menyebabkan penyakit bagi konsumen. Disamping zat-zat gizinya juga sudah rusak.
Beli Pagi Hari
Waktu terbaik membeli daging Meugang adalah pagi hari.
Sapi atau kerbau untuk Meugang, umumnya disembelih sekitar pukul 04.00 dini hari.
Maka waktu terbaik membeli daging adalah 1-2 jam setelah ternak disembelih.
Paling telat enam jam. Setelah enam jam, meski secara fisik, warna, rasa, dan bau terlihat baik-baik saja, tapi daging sudah memasuki tahapan pembusukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)