Kupi Beungoh
Meugang ASUH, Ibadah Nyaman
Tersedianya daging Meugang ASUH adalah wujud dari kesadaran dan kepedulian pemerintah dan penjual daging dalam menyediakan kebutuhan masyarakat
Oleh: Azhar Abdullah Panton*)
Daging. Inilah menu istimewa yang menjadi santapan masyarakat Aceh di hari “Meugang”.
Hari “sakral” dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Juga ketika menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Meugang hanya ada di Aceh. Aromanya sudah tercium sepekan sebelum Ramadan.
Lapak-lapak penjual daging musiman mulai bermunculan. Permintaan daging pun sudah meningkat.
Puncaknya 2-3 hari sebelum Ramadan. Puluhan ribu ekor sapi/kerbau disembelih. Ribuan ton daging dihasilkan. Soal harga.
Tidak masalah. Berapa pun akan dibeli. Asal keluarga bisa menikmati daging Meugang.
Hampir semua keluarga di Aceh membeli dan menyantap daging sapi/kerbau saat Meugang.
Santapan penuh makna. Sambil bercengkerama dan melepas rindu dengan sanak keluarga atau kerabat.
Teristimewa jika yang di perantauan turut pulang untuk ber-Meugang bersama. Meugang juga momen berbagi dan mempererat silaturahmi.
Baca juga: Ramadhan di Atas Lumpur dan Angka Kemiskinan Aceh
Meugang ASUH
Saat Meugang, hanya sedikit sapi/kerbau yang dapat disembelih di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPHR).
Selebihnya disembelih di luar RPHR oleh penjual daging musiman.
Penyembelihan di RPHR sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan.
Baik sebelum atau sesudah disembelih. Petugasnya pun sudah terlatih dan tersertifikasi.
Regulasi memang sudah mengatur. Semua ternak yang hendak disembelih harus diperiksa kesehatannya. Termasuk sapi/kerbau untuk Meugang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Azhar-Abdullah-Panton-alumnus-FKH-USK.jpg)