Senin, 20 April 2026

Kupi Beungoh

Bijak Membeli dan Menyimpan Daging Meugang

Daging sapi yang baru disembelih dapat dikenali dari warna, flavour (bau dan rasa), tekstur, sifat lemak, dan kelembapan.

Editor: Yeni Hardika
FOR SERAMBINEWS.COM
Azhar Abdullah Panton, pemerhati masalah kesehatan masyarakat veteriner. 

Oleh: Azhar Abdullah Panton*)

Aneka bumbu diramu. Beragam menu diracik. Daging sapi dan kerbau diulik.

Begitulah suasana dapur masyarakat Aceh di hari Meugang. 

Hari menjelang bulan suci Ramadan atau hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. 

Masakan istimewa yang disiapkan berupa sie reuboh, masam keu’eung, rendang Aceh, kari atau sop daging, sie balu, masak puteh, kuah beulangong, atau menu khas Aceh lainnya dari berbagai daerah.

Tradisi yang berpunca di era Kesultanan Aceh ini masih awet hingga era kecerdasan buatan (AI) saat ini. 

Agar masakan Meugang yang disantap lezat dan sehat, pilihlah daging berkualitas. Daging yang segar dan bergizi.

Daging yang bisa diolah sesuai selera. Bisa menyehatkan tubuh. Bisa juga untuk disimpan lebih lama. 

Baca juga: Sukses Benahi Sektor Pendidikan dengan Langkah Nyata

Pilih yang Segar

Daging segar adalah pertanda daging yang sehat dan bergizi tinggi.

Daging sapi yang baru disembelih dapat dikenali dari warna, flavour (bau dan rasa), tekstur, sifat lemak, dan kelembapan.

Daging sapi segar berwarna merah terang keunguan. Jika dibiarkan terkena udara akan berubah menjadi merah cherry.

Teksturnya terasa padat dan elastis saat ditekan. Lemak berwarna kekuningan.

Daging kerbau berwarna merah tua dengan serat daging lebih kasar.

Warna lemak lebih kuning dari sapi. Umumnya daging kerbau lebih alot dibanding daging ternak lain.

Daging kambing dan domba seratnya lebih halus dan lembut. Warna dagingnya lebih terang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved