Kupi Beungoh
"STOP" Sekolah Di Bulan Ramadhan, Karena Dapat Merusak Ibadah Puasa Anak Didik
Bulan Ramadhan memiliki keutamaan besar: penghapusan dosa masa lalu bagi yang berpuasa dengan iman
Ketiga; Malam Lailatul Qadar: Terdapat satu malam istimewa, lebih baik dari seribu bulan, di mana doa-doa mustajab dan pahala dilipatgandakan.
Keempat; Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup. Allah membuka pintu surga dan menutup pintu neraka, serta membelenggu setan, memudahkan umat Islam beribadah.
Kelima; Pahala Dilipatgandakan. Setiap amal kebaikan, baik wajib maupun sunnah, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Keenam; Bulan Pendidikan Kesabaran: Puasa melatih disiplin, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan empati sosial.
Ketujuh; Doa yang Mustajab. Waktu di bulan Ramadhan, terutama saat berpuasa dan berbuka, adalah saat yang mustajab untuk berdoa.
Kedelapan; Pintu Taubat Terbuka Lebar. Momentum untuk kembali kepada fitrah yang suci, memperbaiki diri, dan bertaubat.
Kesembilan: Malam Seribu Bulan.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [Al-Qadar/97: 1-5]
Ramadhan adalah bulan suci yang dinanti-nantikan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Isilah Ramadhan Di Sekolah Dengan Ibadah Terbaik.
Ramadhan itu hanya setahun sekali, dan sungguh merugi orang-orang yang tidak mengisi Ramadhan dengan ibadah terbaik, sungguh rugi orang yang menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan urusan dunia. Isilah Ramadhan itu dengan tadarus, shalat dhuha, shalat nalam, mengajarkan anak bersedekah, mengajarkan anak agar menjaga shalat berjama'ah di Mesjid.
Memberi tugas-tugas agar anak didik fokus shalat 5 waktu di mesjid, shalat taraweh dan witir, shalat malam, tadarus, ibadah-ibadah sosial, dan menghidupkan malam dengan berbagai aktivitas ibadah disepanjang malam.
Sedih melihat Mesjid-Mesjid dan Mushalla nampak sepi dari anak muda, akibat anak lelah selepas pulang sekolah. Oleh karena itu baiknya sekolah dihentikan pada Bulan Ramdhan, minta anak-anak ke Mesjid untuk shalat 5 waktu, taraweh dan witir. Liburkan sekolah pada waktu Ramadhan, karena itu dapat merusak ibadah puasa pada anak, akibat lelah bersekolah. Saya heran apa yang mau dikejar dari sekolah dibulan Ramadhan. Unggul? kualitas? Dalam kondisi berpuasa mana mungkin anak mampu belajar maksimal, demikuan juga guru, tidak sanggup mengajar dengan maksimal dibulan Ramadhan, lalu kenapa dipaksa sekolah, sampai anak mendapat hukuman jika tida bersekolah.
Apakah pimpinan atau pejabat dinas pendidikan masih dipimpin seorang muslim? Atau bukan? Sampai tidak bisa melihat bagaimana beratnya puasa Ramadhan sambil sekolah atau sampai lupa, betapa mulianya Ramadhan, untuk tidak disia-siakan. Sekolah di bulan Ramadhan, membuat anak trauma menyambut Ramadhan. Dalam keadaan puasa harus sekolah, harus belajar seperti biasa.
Penulis adalah Dosen Pendidikan Agama UIN Ar-Raniry
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg-Dosen-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)