Senin, 15 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Pokir DPRA dan Surat Cinta Tapol Napol GAM

Pokir DPRA pada dasarnya adalah instrumen yang baik jika digunakan sesuai dengan tujuan awalnya: memperjuangkan aspirasi rakyat.

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Nasruddin, mantan tapol bapol GAM 

Ini adalah pelanggaran etika yang serius dan berpotensi melanggar hukum.

Dalam sistem yang sehat, anggota dewan tidak boleh menjadi “pemain” dalam proyek yang mereka usulkan. 

Baca juga: Dana Pokir Bukan Salat Tahajud, Prof Humam Hamid Soroti Konflik DPR dan Kepala Daerah di Aceh

Peran mereka harus jelas: menyerap aspirasi, memperjuangkan dalam pembahasan anggaran, dan mengawasi pelaksanaannya. Ketika batas ini dilanggar, maka integritas lembaga dipertaruhkan.

Lebih jauh lagi, praktik ini menciptakan ketimpangan dalam distribusi proyek. 

Pelaku usaha yang tidak memiliki kedekatan dengan kekuasaan akan tersingkir, sementara proyek hanya berputar di lingkaran tertentu. Ini jelas merusak prinsip keadilan ekonomi.

 Semua Tahu Ada Cash Back Jika Dikerjakan 

Isu “cash back” dalam pelaksanaan proyek Pokir bukan lagi rahasia umum. 

Banyak pihak mengetahui bahwa jika proyek tidak dikerjakan langsung oleh “orang dalam”, maka ada kewajiban tidak tertulis untuk memberikan imbalan tertentu kepada pihak yang mengusulkan.

Praktik ini, jika benar adanya, merupakan bentuk korupsi yang terselubung. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik justru dipotong untuk kepentingan pribadi atau kelompok. 

Dampaknya sangat nyata: kualitas proyek menurun, anggaran membengkak, dan masyarakat menjadi korban.

Lebih berbahaya lagi, normalisasi praktik “cash back” menciptakan budaya korupsi yang sistemik. 

Pelaku usaha yang ingin mendapatkan proyek terpaksa mengikuti pola ini agar bisa bertahan. Akibatnya, kompetisi sehat menjadi hilang dan digantikan oleh praktik transaksional.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga merusak moral birokrasi dan dunia usaha. 

Generasi muda akan melihat bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kapasitas, tetapi oleh kedekatan dengan kekuasaan.

Dinas Bilang Itu Dana Pokir 

Di sisi lain, dinas-dinas pemerintah seringkali berada dalam posisi yang dilematis. 

Ketika suatu program diajukan melalui Pokir, mereka cenderung tidak memiliki ruang untuk menolak atau mengoreksi. Jawaban yang sering muncul adalah: “itu Pokir”.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved