Selasa, 28 April 2026

Kupi Beungoh

Mandat Geopolitik: Menguak Skenario "Capit Urang" Terhadap Semenanjung Arab

Target utamanya bukan satu sama lain, melainkan mencerminkan poros kekuatan Sunni di jantung dunia Islam.

Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/HO
Direktur Eksekutif Pusat Studi Geopolitik Timur Tengah (PSGT), Abi Irhamullah MA MAg. 

*) Oleh: Abi Irhamullah, MA. M.Ag

DUNIA hari ini sedang menyaksikan sandiwara kolosal di panggung Timur Tengah.

Di permukaan, kita terus-menerus memunculkan narasi permusuhan eksistensial antara Teheran dan Tel Aviv yang seolah-olah berada di ambang perang pemusnahan.

Namun, bagi pengamat geopolitik yang jeli, gangguan retorika ini hanyalah tabir asap yang mencakup sebuah konvergensi strategi kepentingan yang jauh lebih mematikan.

Analisis Pusat Studi Geopolitik Timur Tengah (PSGT) mengidentifikasi adanya sebuah desain mekanistik yang sistematis untuk melumpuhkan kedaulatan Arab Saudi dan negara-negara Teluk, yang kami sebut sebagai Strategi "Capit Urang" Ganda ( The Double Pincer Strategy ).

Target utamanya bukan satu sama lain, melainkan mencerminkan poros kekuatan Sunni di jantung dunia Islam.

Strategi "Capit Urang" ini bekerja dengan presisi yang mengejutkan. Di sayap Timur, Iran bergerak melalui doktrin ekspansi proksi asimetris.

Meskipun mereka telah kehilangan cengkeraman di Suriah yang kini kembali ke tangan Ahlussunnah—sebuah pergeseran tektonik yang mulai menghancurkan koridor daratan mereka—Teheran tetap agresif memperkuat posisi di Irak, Libanon dan Yaman.

Dengan menyandera dua titik cekik maritim ( choke points ) utama dunia, Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, mereka memegang belati yang terletak tepat di leher ekonomi energi global milik Arab Saudi.

Sementara itu, di sayap Barat, Israel bergerak melalui doktrin "Sekuritisasi Digital". 

Dengan cerdik, Tel Aviv memanfaatkan ketakutan regional terhadap Iran untuk menawarkan "perlindungan" teknologi siber dan sistem perlindungan.

Ini adalah penjajahan gaya baru; tanpa harus mengeluarkan satu peluru pun, jaminan sebuah negara secara teknis tergadai lewat ketergantungan absolut pada kode-kode perangkat lunak dan intelijen asing.

Kepentingan kedua poros ini bertemu pada satu titik fungsional: Blok Arab Sunni yang stabil dan mandiri adalah ancaman bagi agenda hegemoni mereka.

Sejarah tidak bisa berbohong mengenai simbiosis rahasia di bawah meja yang sering diabaikan publik.

Kita tidak boleh lupa pada fakta otentik Skandal Iran-Contra , di mana di balik teriakan "Mampus Israel", Teheran justru menerima ribuan rudal TOW dan suku cadang jet tempur dari Tel Aviv untuk memberdayakan kekuatan Arab saat itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved