Pojok Humam Hamid
MDCP Prabowo dan Trump: Kenapa Kita Harus Tahu?
Di bawah kembalinya Donald Trump dan arah kebijakan luar negeri Amerika yang makin tidak terduga, langkah ini jelas bukan rutinitas
Kondisi ini justru membuka ruang bagi negara seperti Indonesia untuk lebih fleksibel.
Dalam konteks ini, Indonesia sebenarnya sedang memainkan pola yang sama dengan negara-negara “grey zone players” seperti India dan Turki, meski dengan gaya yang berbeda.
India menjaga keseimbangan secara hati-hati antara Barat, Rusia, dan BRICS - sambil tetap tidak mengunci diri pada satu blok.
Sementara Turki lebih agresif, tetap di dalam NATO tetapi sekaligus bermain di berbagai arena konflik dan kepentingan global untuk memperbesar daya tawar.
Indonesia berada di jalur yang lebih mirip India daripada Turki: lebih tenang, lebih terukur, dan lebih institusional.
Fleksibilitas Tanpa Konfrontasi
Indonesia tidak membangun konfrontasi, tetapi membangun fleksibilitas.
Di satu sisi memperkuat kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat melalui MDCP, di sisi lain tetap aktif dalam BRICS dan menjaga hubungan ekonomi yang erat dengan Cina.
Strategi ini berjalan dalam ruang yang disebut grey zone - zona abu-abu - yaitu kondisi ketika dunia tidak lagi berada dalam damai penuh, tetapi juga belum masuk perang terbuka atau blok yang kaku.
Dalam ruang ini, kekuatan tidak hanya ditentukan oleh aliansi formal, tetapi oleh kemampuan membaca perubahan dan menjaga banyak pintu tetap terbuka sekaligus.
Namun ruang ini tidak permanen. Selama sistem global masih cair, Indonesia bisa terus menjalankan strategi ini.
Baca juga: Perkuat Daya Saing Global, Mahasiswa USK Ikuti Student Exchange ke Malaysia
Tetapi jika dunia kembali mengerucut menjadi dua blok besar, ruang manuver ini akan menyempit secara drastis.
Karena itu, strategi Indonesia hari ini pada dasarnya adalah strategi waktu: memaksimalkan fleksibilitas sebelum struktur dunia kembali mengeras.
Dalam konteks kawasan, posisi Indonesia di ASEAN juga sangat penting. Indonesia sering dianggap sebagai primus inter pares - yang utama di antara negara setara.
Dengan MDCP, Indonesia memperkuat perannya sebagai penyeimbang keamanan di Asia Tenggara. Negara-negara lain akan melihat langkah ini sebagai acuan dalam menentukan sikap mereka.
Namun konsekuensinya juga nyata. Semakin dalam keterlibatan Indonesia dengan Amerika Serikat, semakin besar ekspektasi agar Indonesia bersikap lebih tegas di isu kawasan.
Baca juga: Tanggal Berapa Idul Adha? Cek Kalender Mei 2026, Lengkap Jadwal Tanggal Merah, Total 3 Long Weekend
Humam Hamid
Ahmad Humam Hamid
Prof Humam Hamid
pojok humam hamid
Meaningfull
Prabowo
Trump
opini serambi
| Makar atau Tak Nyaman? Membaca Mujani, Amsari, Fahri Hamzah, dan Mahfud MD |
|
|---|
| Iran dan Gencatan Senjata: “Lamuek” Hormuz, Nuklir, dan Adi Kuasa Timur Tengah |
|
|---|
| Komunikasi Publik Menteri Purbaya: Kebingungan Teknokratis, Krisis Nasional, atau Tarian Populis? |
|
|---|
| Survei Nasional Terbaru Tentang Perang Iran: Sebaiknya Prabowo Ekstra Hati-Hati |
|
|---|
| Skenario Akhir Trump: Tumpulnya Strategi Bisnis Dalam Perang Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-Hamid-20260411.jpg)