Kupi Beungoh
Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi
Perjalanan ke Manado penuh cerita: dari isu global Iran hingga hangatnya toleransi di kota tepi laut. Kisah nyata yang membuka sudut pandang baru.
Saya juga bertemu dengan perantau asal Aceh di boulevard kopi aceh “Waroeng Aceh Duta Serambi, Kopi Aceh dan Mie Aceh” yang berbagi cerita tentang kehidupan di Manado. Ia mengungkapkan bahwa di tanah rantau, peluang ekonomi lebih terbuka, meskipun kerinduan terhadap kampung halaman tetap ada.
Di titik ini, saya memahami bahwa toleransi bukan sekadar slogan. Ia hadir dalam interaksi sehari-hari, dalam percakapan, dalam kerja sama, dan dalam saling menghargai perbedaan.
Manado menunjukkan bahwa keberagaman dan keberagaman tidak harus melahirkan konflik, tetapi justru dapat menjadi sumber kekuatan sosial.
Perjalanan ini bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi tentang makna yang ditemukan. Di kota Manado ini, saya melihat bagaimana harmoni dapat tumbuh dari kesederhanaan, dan bagaimana perbedaan dapat dirawat menjadi kebersamaan, harmoni sosial dan harmoni dalam toleransi beragama.
Manado, dengan segala dinamika dan kehangatannya, memberi pelajaran bahwa perdamaian sejatinya dimulai dari cara manusia saling memandang dan memperlakukan satu sama lain.
Masyarakat Internasional menanti keikhlasan pemimpin Amerika Serikat dan Israel menghentikan agresi militer ke Iran juga menghormati nilai-nilai kemanusiaan dengan melanjutkan peradaban manusia yang harmoni. BERSAMBUNG..
Baca juga: Perang dan Damai - Bagian 5, Kampanye Penghentian Perang Menuju Perdamaian
Baca juga: Perang dan Damai - Bagian 6, No King: Protes Rakyat AS, Kembali ke Demokrasi Menuju Perdamaian
*) PENULIS adalah Analis Kebijakan – Alumnus Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
kupi beungoh
Opini Kupi Beungoh
Manado
perang dan damai
Yunidar ZA
Serambi Indonesia
Kota Toleransi
Iran
Amerika Serikat
Israel
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
| Rektor UIN Ar-Raniry Idaman: Mengembalikan Hakikat Jantong Hate |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-Anggota-Asosiasi-Analis-Kebijakan-Indonesia-AAKI-18.jpg)