Kupi Beungoh
Kepemimpinan Perempuan dalam Pendidikan: Substansi atau Sekadar Simbol?
Hardiknas 2026 jadi momen refleksi: benarkah perempuan sudah setara dalam kepemimpinan pendidikan, atau masih terjebak dalam paradoks sistem & budaya?
Pada akhirnya, pertanyaan yang harus dijawab bukan lagi apakah perempuan mampu menjadi pemimpin, tetapi apakah sistem pendidikan Indonesia siap menerima dan mendukung kepemimpinan perempuan secara utuh.
Jika jawabannya belum, maka kita masih berada dalam paradoks nilai—di mana pengakuan tidak sejalan dengan pemberdayaan.
Hari Pendidikan Nasional 2026 seharusnya menjadi titik balik. Bukan hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap individu—tanpa memandang gender—memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan memimpin.
Sebab, pendidikan yang bermutu tidak hanya diukur dari hasil belajar, tetapi juga dari keadilan dalam prosesnya.
Penulis adalah Kepala MAN 1 Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| May Day 2026 Menjadi Momentum Refleksi Bagi Dunia Ketenagakerjaan Indonesia |
|
|---|
| JKA, Politik Anggaran, dan Soliditas PA Sebagai Partai Penguasa di Aceh |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 14, Perjuangan Membangun Perdamaian |
|
|---|
| PR untuk Rektor dan MPA: Menyoal Peringkat Pendidikan Aceh 2026 |
|
|---|
| Aceh Dulu dan Kini : Antara Kejayaan dan Kenyataan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Nursiah-SAgMPd-Kepala-MAN-1-Banda-Aceh.jpg)