Rabu, 20 Mei 2026

Kupi Beungoh

Membumikan Pendidikan Inklusif di Aceh

Mereka membutuhkan ruang sosial yang luas agar kemampuan komunikasi dan adaptasi berkembang secara alami.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
Serambinews.com/HO
Alumnus Pascasarjana FMIPA UNPAD Bandung, Djamaluddin Husita 

Guru dapat mulai belajar memahami karakter siswa yang beragam. Pemerintah perlu memperkuat pelatihan dan pendampingan bagi sekolah agar pendidikan inklusif tidak berhenti pada slogan.

Membumikan pendidikan inklusif bukan sekadar menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Lebih dari itu, ini tentang membangun sistem pendidikan yang lebih manusiawi.

Sekolah harus menjadi ruang yang membuat setiap anak merasa diterima, bukan ruang yang hanya nyaman bagi mereka yang dianggap “normal”. Pendidikan seharusnya hadir untuk membuka kesempatan bagi semua anak tanpa kecuali.

*) Penulis adalah Kepala Madrasah, Pengiat  dan Pemerhati Masalah Pendidikan

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved