Sabtu, 30 Mei 2026

Kupi Beungoh

Menyembelih "Sifat Dan Perilaku kebinatangan" di Hari Raya Kurban

Hari Raya Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga momentum membunuh sifat egois, tamak, dan perilaku kebinatangan.

Tayang:
Editor: Amirullah
for serambinews
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag, Dosen Pendidikan Agama Islam UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Ketiga, sebagai refleksi keimanan, yaitu mengenang keteladanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT.

Menyembelih “Sifat dan Perilaku Kebinatangan” (Bestialitas) di Hari Raya Kurban

Kita bisa melihat sifat dan perilaku kebinatangan berikut ini sedang menyakiti umat Islam. Perilaku ini perlu kita “kurbankan”, perlu kita sembelih sebagaimana Nabi Ibrahim AS menyembelih kibas di Hari Raya Kurban.

Adapun perilaku kebinatangan yang harus kita sembelih antara lain adalah:

Pertama, sembelihlah sikap egoisme (mementingkan diri sendiri). Mementingkan diri sendiri secara ekstrem tanpa peduli dengan kondisi atau hak orang lain disebut egois.

Sebagai contoh, sikap egois atau mementingkan diri sendiri dapat kita lihat dari hilangnya kasih sayang antarsesama muslim sehingga mudah difitnah oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan keadaan demi kepentingan diri, kelompok, politik, atau ekonomi, sampai rela mengorbankan sesama muslim.

Tidak adanya kasih sayang antara suami dan istri menyebabkan banyak perceraian yang berdampak pada anak-anak bermasalah secara fisik maupun psikis.

Tidak adanya kasih sayang antara pemimpin dan rakyat menyebabkan banyak pengangguran, kemiskinan, dan kebijakan pemerintah yang menzalimi rakyat.

Tidak adanya kasih sayang antara guru dan murid menyebabkan banyak terjadi kekerasan atau perundungan (bullying).

Tidak adanya kasih sayang antara tenaga medis dan pasien membuat pasien bertambah sakit dan stres melihat perlakuan tenaga medis yang judes dan tidak ramah.

Tidak adanya kasih sayang antara ustaz dan santri di pesantren menyebabkan pesantren sulit melahirkan alim ulama yang menjadi penjaga agama dan syariat dengan ilmu dan keahliannya.

Tidak adanya kasih sayang antara penegak hukum dan masyarakat menyebabkan yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan.

Tidak adanya kasih sayang antara aparat keamanan dan para demonstran yang menuntut hak rakyat menyebabkan terjadinya pemukulan terhadap demonstran, penyemprotan gas air mata yang mengakibatkan mata para demonstran sakit, dan berbagai kasus lainnya yang merupakan gambaran sifat dan perilaku kebinatangan yang harus dikurbankan dan dihilangkan, wahai umat Islam, pada saat Hari Raya Kurban.

Contoh lainnya, kita melihat aroma saling membenci sesama muslim terjadi di berbagai tempat. Persaingan yang tidak sehat itu semua disebabkan oleh kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok yang lebih diutamakan dibandingkan perintah Allah dan Rasul-Nya yang menyuruh umat Islam agar saling berkasih sayang, membantu, peduli, membela, berkorban, dan menolong.

Akhlak baik seperti ini sekarang mulai hilang di kalangan umat Islam, sementara justru diamalkan oleh nonmuslim. Kita melihat orang-orang di luar Islam saling bekerja sama, membantu, dan menguatkan untuk menghancurkan umat Islam di berbagai belahan bumi, seperti yang terjadi di Palestina, Bosnia, dan berbagai tempat lainnya.

Mereka menghancurkan umat Islam, sementara sebagian umat Islam sendiri lalai, sibuk mengumpulkan harta dengan segala cara. Cara haram pun digemari, menindas orang dianggap biasa, menjual aset negara dilakukan, mengizinkan alam dieksploitasi orang luar sementara rakyat sendiri hidup miskin, dan berbagai cara lainnya demi memperkaya diri, keluarga, atau kelompok sendiri tanpa peduli rakyat yang semakin miskin dan tertindas.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved