Rabu, 3 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi

Sebagai kota yang dikenal luas sebagai Serambi Mekkah, Banda Aceh memikul tanggung jawab besar untuk menjaga identitasnya

Tayang:
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Irwansyah SE, Politisi Gerindra yang juga Anggota DPRK Banda Aceh 

Oleh: Irwansyah, SE*)

Pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tingginya pertumbuhan ekonomi, atau banyaknya investasi yang masuk. 

Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan juga ditentukan oleh kemampuan pemerintah menghadirkan ketertiban sosial, rasa aman, serta menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakatnya. 

Dalam konteks Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh yang memiliki kekhususan dalam pelaksanaan Syariat Islam, keseimbangan antara pembangunan dan nilai-nilai keislaman merupakan sebuah keniscayaan.

Sebagai kota yang dikenal luas sebagai Serambi Mekkah, Banda Aceh memikul tanggung jawab besar untuk menjaga identitasnya di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi. 

Baca juga: Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global

Kemajuan teknologi, perkembangan ekonomi, serta perubahan pola hidup masyarakat merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. 

Menjaga Jati Diri di Tengah Arus Pembangunan

Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat kota ini kehilangan jati dirinya sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, adat istiadat, dan budaya Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat dapat melihat adanya upaya serius Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan karakter kota sebagai pusat peradaban Islam di Aceh. 

Baca juga: VIDEO - Kak Na Rayakan Idul Adha Bersama Warga di Pedalaman Aceh Barat

Berbagai program pembangunan, penataan kota, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan pelaksanaan Syariat Islam menunjukkan adanya komitmen untuk memadukan kemajuan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan.

Islam sendiri tidak pernah memisahkan antara pembangunan dan akhlak. Bahkan, Allah SWT memerintahkan manusia untuk memakmurkan bumi sebagai bagian dari tugas kekhalifahan. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Hud ayat 61:

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa pembangunan merupakan amanah yang harus dijalankan manusia. 

Baca juga: VIDEO - Dramatis! Wanita di Situbondo Terjebak dalam Septic Tank Sedalam 4 Meter

Namun pembangunan yang dimaksud bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan pembangunan yang mampu menghadirkan kesejahteraan, keadilan, ketertiban, dan kemuliaan bagi kehidupan masyarakat.

Karena itu, pembangunan ekonomi dan pelaksanaan Syariat Islam sesungguhnya bukanlah dua hal yang bertentangan. 

Keduanya justru saling melengkapi. Pembangunan tanpa moralitas akan melahirkan kemajuan yang rapuh, sementara pelaksanaan nilai-nilai agama tanpa dukungan pembangunan dapat menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved