Pojok Humam Hamid
“Rebel” to “Ruler”: Refleksi dan Kontemplasi tentang Zaini Abdullah
Kesepakatan Helsinki 2005 memotong narasi lama Aceh dengan satu keputusan yang brutal dalam kesederhanaannya: perang dihentikan.
Zaini Abdullah kemudian masuk ke fase yang jauh lebih sulit daripada revolusi itu sendiri: politik normal.
Baca juga: VIDEO - Kabar Duka dari Aceh, Mantan Gubernur Dr. Zaini Abdullah Tutup Usia
Transisi, Peringatan yang Dingin
Ia menjadi Gubernur Aceh.
Tetapi jabatan tidak mengubah hukum dasar sejarah.
Kekuasaan tidak pernah menjadi apa yang dibayangkan oleh mereka yang merebutnya.
Ia selalu berubah menjadi sesuatu yang lebih lambat, lebih rumit, dan jauh lebih mengecewakan.
Dari luar, transisi GAM ke politik sering dirayakan sebagai keberhasilan.
Dan memang, jika dibandingkan dengan banyak konflik lain di dunia, Aceh tergolong “berhasil”: perang tidak berulang, mantan kombatan masuk pemilu, dan institusi demokrasi bertahan.
Namun statistik global tentang transisi pemberontak ke penguasa justru memberi peringatan yang lebih dingin.
Sekitar 40 persen pemimpin pemberontakan yang masuk proses damai memang bertransformasi menjadi politisi.
Tetapi angka itu menipu jika dibaca sebagai keberhasilan.
Karena sisanya tersebar dalam pola yang jauh lebih suram: pengasingan, kegagalan politik, fragmentasi internal, atau kembalinya konflik.
Dengan kata lain, masuk ke sistem bukan kemenangan.
Itu hanya pintu masuk ke ujian yang berbeda.
Dan sebagian besar gagal bukan pada perang, tetapi pada perdamaian.
Zaini Abdullah berada tepat di tengah paradoks itu.
pojok humam hamid
Zaini Abdullah meninggal
zaini abdullah
Sosiolog humam hamid
humam hamid aceh
Humam Hamid
| Zaini Abdullah: Seorang Dokter yang Menyeberangi Sejarah |
|
|---|
| Ketimpangan Wilayah dan Sumber Daya: Akankah UTU Menjadi Transformator Barsela? |
|
|---|
| Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-dan-dr-Zaini-Abdullah.jpg)