Pojok Humam Hamid
Penyakit Akar Busuk Negara dan Tragedi Hari Ini
Yang paling mendesak, oligarki yang telah melakukan kesalahan berjilid-jilid harus ditindak tanpa pandang bulu.
Oleh Ahmad Humam Hamid*)
SEPERTI pohon karet yang tampak kokoh dari kejauhan, negara ini masih berdiri tegak dalam rupa.
Ada gedung-gedung kementerian yang menjulang, ada bendera yang dikibarkan saban pagi hari, ada anggaran yang disahkan tiap tahun.
Namun, di kedalaman tanah yang tak tampak oleh mata, akarnya tengah dilahap oleh penyakit mematikan, jamur akar putih-“rigodoporus microporus”
Ini bukan penyakit biasa.
Ia tidak menyerang daun terlebih dahulu, tidak memperlihatkan gejala pada batang.
Ia bekerja diam-diam, tapi pasti--dari dalam, dari akar, dari titik paling vital kehidupan.
Jamur akar putih menyerang pelan.
Ia menyusup lewat luka kecil pada akar, membangun koloni dalam senyap, dan menyebar ke seluruh jaringan kehidupan pohon.
Pada awalnya tak terlihat, tapi begitu batang menguning dan daun mulai layu, saat itulah segalanya sudah terlambat.
Pohon itu mati berdiri.
Begitu pula negara ini.
Ia terlihat tegak, namun sekarat dari dalam.
Gejalanya bukan lagi samar.
Kita menyaksikan demonstrasi yang meluas, kemarahan publik yang meledak.
| Aceh, Rusia, dan Tentara Bayaran: Muhammad Rio vs Hans Christoffel |
|
|---|
| Bencana Senyar25 Aceh: Apa Beda JITUPASNA dengan Nasi Bungkus Warung Pidie? |
|
|---|
| Indonesia di Era “Donroe”: Ujian Kapasitas Negara di Tengah Ambruknya Multilateralisme |
|
|---|
| Kepemimpinan Bencana, Variabel Dasco, dan Pragmatisme Aceh |
|
|---|
| Pengerahan Ribuan Praja dan ASN ke Wilayah Bencana: “Meuhai Yum Taloe Ngon Yum Keubeu” |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-32.jpg)