Senin, 20 April 2026

Kupi Beungoh

Islam Kontemporer: Dari Ortodoksi ke Transformasi Sosial

Metode ini sebetulnya logis. Tapi banyak yang resisten. Karena dianggap terlalu berani. Menggeser tafsir literal ke tafsir moral.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Pengajar Sosiologi Hukum dan Pemikiran Hukum Islam, Alwy Akbar Al Khalidi, SH, MH 

 Atau bagaimana fatwa keagamaan mengarahkan masyarakat pada keadilan sosial, bukan sekadar mengatur cara berpakaian.

Saya percaya, tantangan besar Islam abad ini bukan lagi soal teologi, tapi soal praksis sosial. Bukan lagi soal siapa yang paling benar, tapi siapa yang paling peduli.

Islam kontemporer harus hadir di jalan itu. Dari ortodoksi menuju transformasi sosial. Dari sekadar menjaga masa lalu, menuju merancang masa depan.

Dan kalau ada yang bertanya: apakah itu masih Islam

Jawabannya sederhana. Islam selalu bergerak. Dari Mekah ke Madinah. Dari tradisi ke peradaban. Dari teks ke konteks.

Maka, Islam kontemporer bukanlah pengkhianatan. Ia justru kesetiaan. Kesetiaan pada semangat awal Islam: Rahmatan lil ‘alamin. (*)

 

*) PENULIS adalah Mahasiswa Program Doktoral Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Pengajar Sosiologi Hukum dan Pemikiran Hukum Islam.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved