Kupi Beungoh
Razia Pelat BL di Sumut Harus Jadi Momentum, Saatnya Aceh Mandiri
Hampir dapat dipastikan jumlah kendaraan berpelat BK yang beroperasi di Aceh, Riau, dan Sumbar jauh lebih banyak dibandingkan...
Tujuannya jelas: meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kesejahteraan masyarakat Sumut.
Hanya saja, pelaksanaan kebijakan tersebut dinilai kurang cermat.
Di Aceh dan banyak provinsi lain, pendekatan yang digunakan adalah imbauan persuasif, bukan razia di jalan raya.
Dalam video yang beredar, razia terhadap kendaraan berpelat BL dilakukan oleh aparat daerah bersama Gubernur Bobby tanpa sosialisasi terlebih dahulu.
Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan pengguna jalan, terutama warga Aceh yang berdomisili di Sumut.
Padahal, setiap kebijakan baru harus diawali dengan edukasi dan komunikasi publik yang memadai.
Diduga, Dinas Pendapatan dan Dinas Perhubungan Sumut belum memiliki data yang komprehensif atau pendekatan yang tepat dalam menyasar potensi pajak dari pengusaha Aceh yang menetap di Medan.
Mereka sepertinya hanya melihat dari satu sisi: jika seluruh kendaraan milik perusahaan asal Aceh yang berdomisili di Medan dimutasi ke pelat BK, maka PAD Sumut akan meningkat.
Mungkin laporan semacam inilah yang disampaikan kepada Gubernur Bobby.
Ironisnya, Gubernur Bobby langsung turun tangan dan ikut serta dalam razia kendaraan berpelat BL di kawasan Langkat, tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan komunikasi masyarakat yang seharusnya mendahului tindakan tersebut.
Lebih jauh lagi, Gubernur Bobby sepertinya belum mempertimbangkan skenario sebaliknya: jika provinsi-provinsi tetangga seperti Aceh, Riau, dan Sumatera Barat juga mewajibkan seluruh warga dan perusahaan yang berdomisili di wilayah mereka untuk menggunakan pelat BL, BM, dan BA, maka Sumatera Utara berpotensi kehilangan sumber PAD dari kendaraan bermotor.
Sebab, hampir dapat dipastikan jumlah kendaraan berpelat BK yang beroperasi di Aceh, Riau, dan Sumbar jauh lebih banyak dibandingkan kendaraan berpelat BL, BM, dan BA yang ada di wilayah Sumut.
Mati Listrik dan Ketergantungan Aceh kepada Medan
Belum reda kontroversi razia pelat BL di Medan, masyarakat Aceh kembali dikejutkan oleh pemadaman listrik yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi.
Situasi ini memperkeruh suasana, terutama di tengah kemarahan masyarakat atas kebijakan penertiban kendaraan berpelat BL oleh Pemprov Sumut.
Spontan, warganet Aceh mulai mengalami kejadian “mati lampu” dengan sikap keras warga Aceh dalam menolak razia pelat BL.
razia pelat BL
razia plat bl di medan
plat bk di aceh
Aceh Mandiri Listrik
BL vs BK
Pemred Serambi Indonesia
razia plat aceh
| Kupiah Meukeutop dan Nama Besar Kampus Aceh: Menjaga atau Mengerdilkan? |
|
|---|
| Refleksi Hardiknas: Alarm Karakter dan "Eksploitasi Keikhlasan" |
|
|---|
| Serahkan Urusan pada Ahlinya, Jika Tidak Maka Tunggulah Kehancuran |
|
|---|
| Mendesain Ulang Arah Pendidikan Kita |
|
|---|
| Stigma Gembel, Mengapa Jalan Kaki di Banda Aceh Dipandang Sebelah Mata? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zainal-arifin-m-nur-1_20160713_112533.jpg)