Senin, 4 Mei 2026

Kupi Beungoh

Razia Pelat BL di Sumut Harus Jadi Momentum, Saatnya Aceh Mandiri

Hampir dapat dipastikan jumlah kendaraan berpelat BK yang beroperasi di Aceh, Riau, dan Sumbar jauh lebih banyak dibandingkan...

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
DOK SERAMBINEWS.COM
Zainal Arifin M Nur 

Sebuah foto yang ditampilkan Gubernur Sumut Bobby Nasution berada di ruang kontrol PLN tiba-tiba viral di media sosial. 

Meski tidak disertai keterangan resmi dan kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa digital atau AI, sebagian warganet langsung berspekulasi bahwa Bobby-lah yang memerintahkan pemutusan aliran listrik ke Aceh. Hehe. 

Spekulasi ini memang belum tentu berdasar. 

Namun satu hal yang bisa dipetik dari situasi ini adalah kenyataan bahwa Aceh masih sangat bergantung pada Sumatera Utara dalam berbagai aspek kehidupan. 

Mulai dari pasokan kebutuhan pokok seperti boh manok (telur), hingga listrik yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Saking kuatnya ketergantungan tersebut, muncul pendapat di kalangan masyarakat bahwa Aceh sebaiknya tidak “cari gara-gara” dengan Sumut. 

Sebab, jika Medan menghentikan pasokan telur dan sembako hanya selama seminggu, dampaknya bisa sangat serius bagi ketahanan pangan di Aceh.

Analogi yang muncul pun cukup tajam: ketergantungan Aceh terhadap Sumut diartikan seperti hubungan antara orang miskin dan orang kaya. 

Selama masih bergantung, orang miskin tidak punya ruang untuk banyak protes. 

Jika pasokan listrik dari Sumut terhenti selama seminggu saja, maka perekonomian dan kehidupan masyarakat Aceh bisa runtuh seketika.

Meski demikian, perlu diluruskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi bukanlah akibat kebijakan Sumut, melainkan murni karena gangguan teknis jaringan milik PLN. 

Hanya saja, momentum kejadian ini bersamaan dengan polemik pelataran BL-BK, sehingga masyarakat dengan cepat mengadakannya dan membangun narasi spekulatif.

Baca juga: Warga Banda Aceh Kehilangan Kebutuhan Dasar, Listrik Padam hingga Air PDAM Terhenti

Saatnya Aceh Mandiri

Kontroversi razia pelat BL oleh Pemprov Sumut seharusnya tidak hanya menjadi pemicu kemarahan, tetapi juga menjadi titik balik bagi Aceh untuk memperkuat kemandirian fiskal dan ekonomi. 

Alih-alih terpancing emosi, Pemerintah dan rakyat Aceh perlu menjadikan momen ini sebagai refleksi strategi: sudah tiba saatnya Aceh berdiri di atas kaki sendiri.

Salah satu langkah awal yang perlu dilakukan adalah pendataan akurat terhadap jumlah kendaraan berpelat BK yang berdomisili dan beroperasi di Aceh. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved