KUPI BEUNGOH
Ketika Pendidikan Mencari Jiwanya
Pendidikan membentuk manusia berpikir kritis, memiliki empati, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
Karena pada akhirnya, pendidikan yang sejati tidak hidup dalam gedung atau aturan. Ia hidup dalam hati yang peduli, dalam pikiran yang terbuka, dan dalam tangan yang mau membimbing.
Dan ketika pendidikan menemukan kembali jiwanya, saat itulah kita akan melihat ruang ruang belajar berubah menjadi taman kehidupan tempat anak-anak tumbuh menjadi manusia, bukan hanya lulusan.
*) PENULIS adalah Dosen Universitas Esa Unggul, Jakarta
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Menjaga Api yang Terus Menyala: Kiat Keberlanjutan Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh |
|
|---|
| Syeh Syoh: Behavioral Noise di Forum Publik Aceh |
|
|---|
| Sekolah di Persimpangan Jalan: Antara Akses, Pilihan, dan Ketimpangan |
|
|---|
| PERTI Aceh: Menjaga Sanad, Merawat Tradisi, dan Menata Arah Keberagamaan |
|
|---|
| Di Aceh, Siapa yang Melindungi Perempuan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Iswadi-MPd-Dosen-Universitas-Esa-Unggul-Jakarta_17042024.jpg)