Senin, 4 Mei 2026

Opini

Adaptasi Demokrasi; Perspektif Islam

Islam juga mengajarkan bahwa manusia adalah khalifatullah dengan pemaknaan sebagai wakil Allah sehingga manusia juga memiliki otonomi dan kedaulatan

Tayang:
Editor: bakri
FOTO IST
Dr. Phil. Munawar A. Djalil, MA, Pegiat Dakwah dan Peminat Kajian Politik Islam, Tinggal di Cot Masjid Banda Aceh 

Berbeda dengan Islam, sebab dalam pandangan Islam suara mayoritas tidak harus dipandang sebagai yang paling kuat.

Sebab dalam pengambilan pendapat tentang hokum Syara’ Islam memandang wahyu Allah yang dipakai, meskipun hanya dikemukakan oleh satu orang sementara mayoritas menolak.

Baca juga: Majelis TASTAFI Ulama Aceh Bersama KKR Aceh Bahas Rekonsiliasi Menurut Perspektif Islam

Baca juga: Musyawarah dalam Perspektif Islam

Dalam masalah konsep, defenisi dan startegi Islam hanya menentukan pendapat yang paling benar yang diambil meski secara mayoritas menolak.

Dalam masalah operasional yang perlu pemikiran dan hukumnya mubah, maka suara mayoritaslah yang diambil.

Keenam, demokrasi memberikan hak istimewa pada sebagian orang, sehingga ia tidak bisa dijangkau oleh hukum.

Berbeda dengan Islam sama sekali tidak mengenal diskriminasi hukum.

Ketujuh, dalam demokrasi mengajarkan konsep leberalisasi, kebebasan individu, kepemilikan, berakidah dan kebebasan bersuara.

Berbeda dengan Islam tidak mengajarkan kebebasan individu, misalnya melakukan apa saja sesukanya atau kebebasan kepemilikan, sehingga apa saja bisa dimiliki atau kebebasan berakidah sehingga dibenarkan keluar masuk dan pindah-pindah agama atau kebebasan bersuara sehingga berpendapat apa pun boleh, meskipun bertentangan dengan konsepsi ideologis.

Inilah Islam, Islam adalah agama universal yang unik dan ekslusif.

The last but not least, akhirnya apa pun cara dan metodologinya, tindakan kompromis, adaptasi antara Islam dengan ajaran lain adalah tindakan defensif dan apologetik.

Ketika kaum muslim moderen saat ini menghadapi dengan sikap tegas terhadap mode-mode pemikiran yang sedang populer yang menurut kalangan liberalis hampir selaras dengan perubahan-perubahan zaman, yang pada hakikatnya sikap seperti itu menurut penulis karena kaya sikap analitik dan semangat objektif.

Allahu ‘Alam.

Baca juga: Pluralistik Partai; Perspektif Islam

Baca juga: Indikator Kemiskinan dalam Perspektif Islam

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved