Kupi Beungoh
Ketika Yang Manis Tidak Selalu Baik, Refleksi Konsumsi Gula Kita
Di tengah menjamurnya bisnis minuman kopi dan teh kekinian, penerapan pajak ini mendatangkan kekhawatiran dari para pelaku bisnis MBDK.
Pada studi di 26 negara, ditemukan kaitan antara konsumsi gula berlebih dengan kekerasan yang dilakukan remaja.
Pada anak-anak, hal ini akan tampak pada rendahnya konsentrasi dan fokus, hingga ke perilaku hiperaktif.
Pada kalangan perempuan, konsumsi gula berlebih juga dikaitkan dengan tingginya masalah infertilitas.
PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome adalah salah sindrom yang mengakibatkan gangguan pembentukan ovum yang abnormal.
Jumlah penderita POCS ini mencapai 116 juta atau 3.4 persen dari seluruh perempuan di dunia.
Banyak penelitian yang menghubungkan perilaku konsumsi makanan dengan timbulnya penyakit ini.
Diet tinggi gula mengakibatkan kerusakan flora normal dan memicu inflamasi krosis, resistensi insulin, dan peningkatan hormon androgen yang berkaitan dengan PCOS.
Diet rendah gula terbukti menurunkan keluhan dan mempercepat perbaikan kesuburan pada pasien.
Konsumsi gula juga dikaitkan dengan kerusakan flora normal tubuh.
Flora normal yang terdiri dari milyaran bakteri dan beberapa spesies fungi telah diketahui berperan besar dalam pengaturan keseimbangan tubuh.
Konsumsi gula berlebih diketahui mengakibatkan perubahan ekosistem flora normal yang mengakibatkan menurunnya variasi flora normal dan meningkatkan jumlah bakteri penyebab penyakit.
Konsekuensinya adalah kerusakan metabolisme dan timbulnya peradangan kronis di tubuh.
Mengontrol asupan gula tambahan mengakibatkan perubahan positif pada lingkungan flora normal dan memperbaiki kesehatan secara menyeluruh.
Solusi untuk Konsumsi MBDK
Masalah yang ditimbulkan konsumsi gula tambahan melalui minuman berpemanis dalam kemasan merupakan isu global.
| Kupiah Meukeutop dan Nama Besar Kampus Aceh: Menjaga atau Mengerdilkan? |
|
|---|
| Refleksi Hardiknas: Alarm Karakter dan "Eksploitasi Keikhlasan" |
|
|---|
| Serahkan Urusan pada Ahlinya, Jika Tidak Maka Tunggulah Kehancuran |
|
|---|
| Mendesain Ulang Arah Pendidikan Kita |
|
|---|
| Stigma Gembel, Mengapa Jalan Kaki di Banda Aceh Dipandang Sebelah Mata? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-Ade-Oktiviyari-MS.jpg)