Opini
Memaknai Ramadhan dengan Amal dan Syukur
Setelah sekian lama berpisah, kini bulan Ramadhan yang dirindukan kehadirannya selama ini telah hadir kembali menghampiri kita. Kedatangannya selalu d
Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita agar senantiasa mensyukuri nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada kita dan tidak melalaikannya serta tidak kufur nikmat. Allah ta'ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrahim: 7).
Rasulullah saw bersabda, “Pergunakanlah lima (kesempatan) sebelum (datang) lima (kesempatan lain); masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi). Maka, bersyukurlah kita kepada Allah ta’ala terhadap nikmat umur dan kesehatan ini sehingga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat.
Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah dan amal shalih lainya pada setiap waktu khususnya di bulan Ramadhan yang agung ini. Lakukanlah ibadah sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar kita dapat meraih berbagai keutamaan yang disediakan oleh Allah ta'ala pada bulan Ramadhan ini.
Kabar gembira
Selain kewajiban menyambut kedatangan Ramadhan dengan gembira dan syukur, kita dianjurkan menyambut kedatangannya dengan cara memberi kabar gembira kepada umat Islam dengan menjelaskan berbagai keutamaannya. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasul saw. Beliau memberi kabar gembira kedatangan bulan Ramadhan kepada para sahabat beliau dengan menjelaskan berbagai keutamaannya agar mereka termotivasi untuk memperbanyak ibadah pada bulan ini.
Dari Abu Hurairah RA ia berkata, “Ketika bulan Ramadhan datang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telah datang kepada kalian syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Padanya juga terdapat suatu malam (yang ibadah padanya) lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang kebaikan pada malam tersebut, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa'i dan Al-Baihaqi).
Banyak lagi hadits yang menjelaskan kabar gembira atas kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan berbagai keutamaannya. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah saw untuk memberi motivasi dan semangat kepada umat Islam dalam beribadah di bulan Ramadhan.
Akhirnya, mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan gembira, bahagia, dan syukur. Selain itu dengan memberi kabar gembira atas kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan berbagai keutamaannya, agar umat Islam termotivasi dan antusias untuk melakukan amal shalih seperti puasa, tadarus Alquran, shalat-shalat sunat khususnya tarawih, tahajud, dan witir, itikaf, infak, memberi bukaan puasa dan sahur untuk orang yang berpuasa, dan sebagainya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.